Peracik Miras Oplosan Maut Diringkus

Penjual memperlihatkan miras oplosan yang sudah dibungkus, Minggu (25/2/2018). (Foto: Tri)

Penjual memperlihatkan miras oplosan yang sudah dibungkus, Minggu (25/2/2018). (Foto: Tri)

KEPOLISIAN Sektor Jatiasih telah menetapkan Untung Husein Wargono alias U (58) sebagai tersangka peracik minuman keras (miras) oplosan di wilayah setempat.

Hal ini menyusul adanya lima warga Perumahan Komplek Daerah Angkatan Udara (Kodau) Jalan Kalaba RT 03/02, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih.

Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas mengatakan, penetapan U sebagai tersangka telah melewati proses penyelidikan. Polisi telah menginterogasi pelaku, saksi-saksi seperti keluarga korban dan tetangga sekitar.

“Dia (U) juga mengakui perbuatannya bahwa telah meracik minuman itu,” kata Ili pada Sabtu (21/4/2018).

Lima warga bernama Imron (47), Hermadi (58), Yopi Arnes (50), Herry Zantol Baso (57) dan Alvian (52) tewas diduga keracunan setelah menenggak miras yang diracik Untung.

Korban Imron lebih dulu meninggal dunia pada Sabtu (14/3/2018) atau sehari pasca menenggak miras itu.

Pada Selasa (17/4/2018) siang, keempat korban lainnya kembali berpesta miras di rumah salah satu rumah warga bernama Elvis.

Satu per satu korban berjatuhan yang diawali dengan muntah, dadan sesak hingga pandangan kabur.

Pada Rabu (18/4/2018) pukul 14.00 WIB, Alvian meninggal dunia. Kepergiannya kemudian disusul Yopi yang tewas pada Kamis (19/4/2018) pukul 00.30 WIB, Herry pada Kamis (19/4/2018) pukul 01.40 WIB dan Hermadi pada Jumat (20/4/2018) pukul 08.00 WIB.

Meski jenazah kelima pria tersebut telah dimakamkan dan belum sempat diautopsi, namun polisi menyakini kematian mereka karena menenggak miras oplosan.

Selain itu, polisi juga masih menunggu hasil uji laboratorium cairan yang diduga alkohol di rumah pelaku.

“Untuk korban Herry sebelum meninggal dunia dalam keadaan sakit meriang dan ikut minum miras. Beberapa hari kemudian dia akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 2 miliar.

Sementara itu adik Hermadi, Suryadi (52) meyakini sang kakak tewas akibat miras oplosan yang dibuat pelaku.

Hal itu terungkap bila dirunut pada aktivitas korban yang sempat mengonsumsi miras oplosan pada Jumat (13/4/2018) malam bersama korban lainnya di perumahan setempat.

Bahkan lima korban itu tewas dalam waktu yang berdekatan.

“Gejala yang mereka alami juga sama yaknI dada sesak dan bagian dalamnya terasa panas dan pandangan kabur,” kata Suryadi.

Suryadi berharap agar pelaku bisa diproses dengan hukum yang berlaku.

Sebab perbuatannya sangat membahayakan masyarakat apalagi selama ini warga tidak berani komplain dengan peredaran miras yang dilakukan Untung selama setahun belakangan, mengingat dia pernah mendekam di sel tahanan karena terjerat kasus.

“Dulu dia pernah dipenjara cuma saya nggak tahu karena kasus apa,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …