Selamat, 2 Siswa SMKN 5 Bekasi Lolos SNMPTN

Intan Dwi Aryani yang diterima di Universitas Negeri Semarang fakultas pendidikan teknik elektro dan Guru BP SMKN 5 Bekasi, Sari Nalurita. (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

Intan Dwi Aryani yang diterima di Universitas Negeri Semarang fakultas pendidikan teknik elektro dan Guru BP SMKN 5 Bekasi, Sari Nalurita. (Foto: Yurizkha Aditya/GoBekasi)

DUA siswa SMK negeri 5 Kota Bekasi diterima di Universitas Negeri di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dua anak tersebut adalah M Avarez Reyzal yang diterima di Universitas Negeri Jakarta fakultas pendidikan vokasional teknik elektronika dan Intan Dwi Aryani yang diterima di Universitas Negeri Semarang fakultas pendidikan teknik elektro.

Guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) SMKN 5 Bekasi, Sari Nalurita mengatakan, dari 50 siswa yang daftar di SNMPTN hanya ada 2 siswa yang diterima di Universitas Negeri pilihannya.

“Sebenernya yang daftar itu banyak sekali dari 300 siswa ada 50 siswa yang dattar SNPTN, tapi yang keterima hanya 2 siswa dari di SMKN 5 Bekasi,” ucapnya, Rabu (19/4/2018).

Dirinya menuturkan poin pemilihan siswa yang tidak terpilih dilihat dari nilai rapor yang terseleksi dengan sendirinya, dengan nilai rata-rata 75 persen nilai tertinggi, selain itu nilai seluruh mata pelajaran yang mana nilai tersebut digunakan untuk persyaratan masuk seleksi rapor.

Bukan hanya itu, dirinya juga mengungkapkan, sebelum seleksi SNMPTN, pihaknya telah sosialiasi kepada anak dan orang tua bahwa jika nantinya terpilih tidak boleh pindah atau mengundurkan diri, bukan hanya itu pihak sekolah juga menjaring anak didiknya yang siap mengikuti jalur SNMPTN dengan seleksi rapor.

“Jadi sebelunnya kita sudah sosialisasi ke orang tua mengenai jalur SNMPTN, Setelah ada sosialisasi langsung kita jaring siapa-siapa saja yang mau ikut jalur SNMPTN, stelah itu kita sleksi raport, dan wawancara orang tua dan ada surat di atas meterai,” ucapnya.

“Ini antisipasi sih agar orang tua yang memang mengijinkan bisa konsisten dengan ucapnya, soalnya kalau tidak begitu jika nanti ada orang tua yang tidak memperbolekan anaknya kuliah jauh sementara anaknya keterima di Universitas Negeri, nantinya sekolah akan kena penalti dan tidak boleh mengirimkan anak didik kami ke universitas itu lagi,” tutupnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …