Ridwan Kamil Siapkan Teknologi Daur Ulang Sampah Mutakhir

Cagub Ridwan Kamil Tinjau TPST Bantargebang, Kamis (19/4/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

Cagub Ridwan Kamil Tinjau TPST Bantargebang, Kamis (19/4/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

CALON Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengawali blusukan di Bekasi dengan mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Kedatangan Ridwan Kamil ke Bantargebang segera saja menjadi ajang curhat bagi warga.

Salah satunya, Andi Saifudin yang mengeluhkan kondisi sampah Bantargebang yang semakin menggunung. Menurutnya, perlu lokasi baru untuk penampungan sampah untuk wilayah Jabodetabek.

“Ini kita sudah ampun-ampunan. Enggak cukup menampung sampah lagi. Saya dari lahir sampe anak saya lahir belum ada penanganan. Pernah dikelola swasta tapi diambil alih lagi sama pemerintah,” keluh Andi, Kamis (19/4/2018).

Pria yang sudah 36 tahun tinggal di wilayah Bantargebang ini berharap ada pengolahan sampah yang bisa mengurai sampah. Sehingga penumpukan sampah tidak terjadi lagi.

“Dulu mau ada rencana teknologi dipisah-pisah sampahnya. Nah, itu belum jadi. Kalau mau dibakar enggak seimbang. Dibakar cuma kapasitas 50 ton. Sementara sampah yang masuk setiap hari sampai 7 ribu ton,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ridwan Kamil menilai perlunya teknologi baru untuk mengolah sampah. Ia juga merencanakan menyiapkan pengolahan sampah berbasis wilayah.

“Mengelola sampah berbasis wilayah, sehingga di setiap tempat ada pengolahan sampah. Tidak semua terpusat di satu titik. Kalau pun harus mencari lokasi baru, harus ada kesepakatan bersama. Artinya kita harus duduk bersama dengan pemerintah Jakarta dan pemerintah kota/kabupaten,” tutur Ridwan Kamil.

Selain itu, lanjutnya, jika ia terpilih sebagai gubernur, Ia akan menyiapkan edukasi untuk masyarakat. Warga Jawa Barat akan didorong untuk mengelola sampah dengan melakukan pemisahan sampah sejak dari rumah.

“Program Zero Waste, sampah habis di tempat jadi mengelola sampah harus dari rumah, supaya ujung ke sini tidak terlalu banyak,” tuturnya. Program pengolahan sampah, ditambahkan Emil termasuk juga pengirimannya, harus dipisah ke beberapa jenis yang kemudian diolah menjadi energi.

“Harus menjadi program waste to energy, itu menjadi sebuah keharusan, seluruh dunia sudah melakukan. Yang tempatnya bisa memisahkan plastik atau sampah menjadi bio fuel,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …