Ina Marlina: Mal di Kota Bekasi Wajib Tampung UMKM

UMKM yang berjualan di Lagoon avenue saat pameran kegiatan IPEMI di hari Kartini. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

UMKM yang berjualan di Lagoon avenue saat pameran kegiatan IPEMI di hari Kartini. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

PERTUMBUHAN mal di Kota Bekasi saat ini cukup pesat, dari tahun ke tahun, satu per satu mal mulai tubuh di pusat Kota Patriot ini.

Ketua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Mandiri Sejahtera Kota Bekasi, Ina Marlina, menyebut jika mal wajib menampung para pelaku UMKM di Kota Bekasi.

Menurutnya, kuota UMKM dari mal cukup besar yaitu, diangka 20 sampai 30 persen. Namun, realita yang ada kuota itu hanya lima sampai sepuluh persen.

“Seharusnya pelaku UMKM wajib ada di semua mal, kususnya di Kota Bekasi agar mengenalkan produk anak bangsa,” ucapnya, Rabu (18/4/2018).

Ia mengatakan, keberadaan UMKM di mal tidak akan menyaingi para pelaku usaha yang sudah punya brand.

Soalnya, UMKM tidak dibebaskan biaya, mereka tetap wajib tertib administrasi kepada pihak mal.

Hanya saja, kata Ina, pelaku UMKM wajib diberikan pengurangan biaya sampai dengan 35 persen.

Ina melihat, sejauh ini UMKM yang sudah ada malah banyak ditempatkan di mal yang notabene mal yang sepi pengunjung. Padahal, hal itu malah mematikan daya jual dari UMKM.

“Kalau di mal-mal yang besar malah banyak yang enggak diperbolehkan dengan alasan yang macam-macam. Harusnya dimudahkan untuk masuk ke mal-mal, kondisinya kan mal lebih ramai, jadi berkesempatan mengenalkan usaha anak bangsa melalui mal,” tutupnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …