Bekasi Menuju Kota Metropolis

Warga mulai memadati Jalan Ahmad Yani yang dijadikan area Car Free Night, Sabtu (31/12/2016). (Foto: Ivan Pramana Putra/GoBekasi)

Warga mulai memadati Jalan Ahmad Yani yang dijadikan area Car Free Night, Sabtu (31/12/2016). (Foto: Ivan Pramana Putra/GoBekasi)

PROGRAM nawacita dari pemerintah khususnya di bidang infrastruktur terus berjalan.

Pembangunan Jalan Tol Becakayu, LRT, serta Tol Elevated Jakarta Cikampek, diperkirakan akan memberikan stimulus ekonomi wilayah koridor timur Jakarta.

Problem kemacetan yang sebelumnya menjadi momok masyarakat Bekasi, telah mendapat kansolusi jangka panjang dengan dibangunnya tiga proyek infrastruktur tersebut.

Pembangunan Tol Becakayu sendiri, saat ini tengah dalam pekerjan konstruksi.

Rencananya, jalan tol yang berada di atas kalimalang ini akan menghubungkan dua titik, yaitu Pedati menuju Tambun.

Proyek LRT Bekasi Timur Cawang – Dukuh Atas juga tengah berjalan, dan diperkirakan pada tahun 2019 moda transportasi massal ini akan beroperasi.

Tol Elevated Jakarta Cikampek pun sudah mulai berjalan pembangunannya. Jalan Tol sepanjang 38 km yang akan membentang dari Cikunir sampai Kerawang Barat yang dibangun mulai tahun 2017 ini, diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2019.

Banyak pihak memperkirakan, Kota Bekasi akan menjadi Metropolitan banyangan Jakarta.

Dengan jumlah penduduk yang hamper mencapai 3 Juta jiwa, ditambah dengan keberadaan kaum suburban, Kota Bekasi akan menjadi magnet bagi kalangan swasta untuk berinvestasi di kawasan ini.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Harun Al Rasyid, mengatakan, perkembangaan Kota Bekasi saatini, tidak lagi hanya berperan sebagai penopang Jakarta, akan tetapi sedang mengarah pada sebuah kota metropolis.

“Gencarnya pembangunan berbagai infrastruktur, terutama di bidang transportasi akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan dan akan mengubah wajah Kota Bekasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” katanya, Sabtu (14/4/2018).

Dengan adanya LRT, Tol Becakayu serta Elevated Tol Jakarta Cikampek, selain akan mengurangi tingkat kemacetan yang setiap hari terjadi di jalan-jalan menuju Jakarta, juga akan menimbulkan dampak terhadap perkembangan ekonomi daerah.

“Dengan adanya sarana transportasi yang memadai dan nyaman, diperkirakan makin banyak masyarakat yang akan menjadi kaum suburban di Bekasi. Dan, dengan meningkatnya jumlah kaum sub urban ini, akan memberikan stimulus bagi perekonomian Bekasi,” ujar harun.

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi ini, beberapa Developer baik swasta maupun BUMN, telah lama mengincar Kota Bekasi untuk dijadikan tujuan investasi dalam mengembangkan properti.

Salah satu developer yang sudah menancapkan kaki di Bekasi Timur, adalah PT Adhi Persada Properti, anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Anak usaha perusahaan plat merah itu mengembangkan Grand Dhika City Bekasi, yang merupakan titik 0 Stasiun LRT Bekasi Timur dan juga Depo LRT.

Harun menambahkan, pengembangan kawasan Grand Dhika City Bekasi itu, akan memberikan dampak ekonomi terhadap Bekasi.

Adanya apartemen yang dihuni kaum suburban, serta kawasan komersial, selain memicu adanya transaksi ekonomi, juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Bekasi.

Pembangunan Depo LRT sendiri, memerlukan lahan seluas 11 Ha, dan saat ini sedang dalam proses penyiapan lahan.

Adanya beberapa warga yang menempati lahan tersebut, membuat progres pembangunan Depo terlambat.

Namun proses sosialisasi telah dilakukan, baik oleh Kemetrian Perhubungan maupun dari Badan Pertanahan Nasional.

“Depo LRT di Bekasi Timur ini, merupakan bagian dari proyek LRT Jabodebek yang dikerjakan oleh PT AdhiKarya (Persero) Tbk,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …