KPU Jabar Berikan Pendidikan Politik kepada Mahasiswa dengan Cara Ini

KPU Jawa Barat program Electainment on Campus di Kampus Universitas

KPU Jawa Barat program Electainment on Campus di Kampus Universitas "45" Bekasi, Kamis (12/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat membuat program Electainment on Campus untuk memberikan pendidikan politik dengan menyasar kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.

Bekerjasama dengan Central for Election Political Practice (CEPP) Universitas Indonesia, program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mahasiswa agar semakin cerdas, kritis, rasional dan bertanggungjawab saat menentukan pilihannya nanti.

“Program ini konsen bagi pemilih pemula di Jawa Barat. Jadi sifatnya tidak hanya sosialisasi tapi pendidikan politiknya, dimana KPU Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan 30 kampus di Jawa Barat,” ungkap Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Nani Yuningsih saat menggelar program di Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Kamis (12/4/2018).

Menurut Nani, pendidikan politik ini sangat diperlukan bagi kaum muda. Pasalnya, para pemilih muda kerap kali kurang serius menyikapi hajat demokrasi ini. Terlebih secara jumlah, para pemilih muda terhitung banyak.

“Dalam DPS Jabar, pemilih muda ada sekitar 9 juta dari 31 juta DPS, jadi hampir 30 persen. Ini jumlah yang signifikan, dan ini yang perlu kita kelola agar mereka tidak menjadi pemilih yang apatis dan pragmatis,” kata Nani.

Menurutnya, program ini mulai dihelat sejak Bulan Maret sampai Mei nanti. Sementara kampus Unisma merupakan kampus kesembilan yang telah merasakan manfaat program.

Dia menjelaskan, setiap kali program digelar, selalu ada fenomena mahasiswa yang belum mengetahui tentang praktek-praktek politik yang baik dan benar dalam pemilu, juga terkadang, para mahasiswa tersebut sama sekali tidak mengetahui calon kepala daerahnya, baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi. Oleh karenanya, program ini sebagai bentuk penyandaran tersebut.

Nani menerangkan, dalam program terdapat tiga hal yang ditekankan pihaknya, yakni menekankan pemahaman pentingnya memberikan hak pilih, informasi berkenaan seputar pemilu, baik secara aturan dan praktik, serta informasi seputar profil kandidat yang mengikuti helatan pemilihan.

“Jadi tidak hanya materi talkshow, tapi kita memberikan simulasi seperti cara memilih, nonton film, dan pendalaman materi lewat FGD yang dibantu mentor. Jadi aspek kualitas yang kita tekankan akhirnya,” terang Nani.

Nani berharap, lewat programnya ini, KPU bisa berkontribusi menambah partisipasi pemilih muda saat masa pemilihannya nanti, selain upaya lainnya merangkul kaum muda lewat program-program yang serupa.

Ditemui di kesempatan yang sama, Rektor Unisma, Nandang Najmulmunir mengapresiasi kegiatan KPU karena memilih kampus yang dipimpinnya untuk pelaksanaan program ini.

Menurutnya, kampusnya didominasi sampai 70 persen warga Kota Bekasi. Dia mengatakan, program semacam ini sangat penting, khususnya untuk meningkatkan rasionalitas pemilih muda nantinya.

“Untuk memilih, kan, harus ada proses membangun pemahaman. Kalau bahasa kamus ada algoritma politik jadi menuju masa pemilihan itu harus ada tahapan-tahapan yang dilalui sehingga rasional pemahaman si calon pemilihnya,” kata Nandang. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …