Masalah Irigasi di Kabupaten Bekasi Tak Sebatas Air

LAYU: Seorang petani tengah melakukan penuaian pada pada panen hasil tanam yang terilhat layu dan roboh setelah berbulan-bulan tidak mendapatkan suplai pengairan. (Foto: Amar/Radar Bekasi)

LAYU: Seorang petani tengah melakukan penuaian pada pada panen hasil tanam yang terilhat layu dan roboh setelah berbulan-bulan tidak mendapatkan suplai pengairan. (Foto: Amar/Radar Bekasi)

KEPALA Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bekasi Abdullah Karim mengakui tidak ada masalah mengenai irigasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Untuk itu, Ia sempat enjelaskan secara rinci hal itu saat diwawancarai. Ada 4 golongan pengairan, dilabeli dengan angka 1 sampai 4.

Jelas Karim, permasalahan air muncul ketika air golongan 1 dialirkan, sejumlah areal persawahan belum mulai menanam padi.

“Jadi air golongan 2 mulai dialirkan, areal persawahan dengan pengairan golongan 1 baru mulai menanam. Ke depannya kita coba per golongan harus tanam sesuai waktunya,” ucap Karim saat diwawancarai.

Setiap tahun, Kabupaten Bekasi mendapat 8.000 kubik dari Waduk Jatiluhur, tidak kurang dan tidak lebih.

“Jatahnya sudah segitu setiap tahun. Jadi persoalan air memang karena masa tanam yang tidak sesuai,” ucapnya. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …