Pengalihan Trase Tol Becakayu Masih Dipertimbangkan

Ruas Tol Becakayu yang sudah dapat dilalui. Rencananya, jalur ini akan membuka jalan untuk mengurai kemacetan saat lebaran hanya untuk kendaraan roda empat, dan tidak dikenakan biaya, Kamis (15/6/2017). Foto: Mochmad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Ruas Tol Becakayu yang sudah dapat dilalui. Rencananya, jalur ini akan membuka jalan untuk mengurai kemacetan saat lebaran hanya untuk kendaraan roda empat, dan tidak dikenakan biaya, Kamis (15/6/2017). Foto: Mochmad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PEMERINTAH pusat melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih mempertimbangkan usulan Pemerintah Kota Bekasi terkait pengalihan trase tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Sebab, usulan Pemkot Bekasi untuk mengalihkan trase tol layang Becakayu dari Jalan Ahmad Yani ke Jalan Mayor Hasibuan diproyeksi bakal menelan dana yang besar. Demikian disampaikan Kepala BPJT Harry Trisaputra Zuna.

Harry menjelaskan, pertimbangan pemerintah pusat adalah berkaitan dengan pembebasan lahan di daerah utara. Soalnya, disana ada beberapa pengembang properti, sehingga tanah dan bangunan yang akan dibebaskan cukup tinggi.

Karena itu, pemerintah pusat lebih memilih mengalihkan trase akhir hingga ke arah timur melintasi kalimalang

“Meski di sana tanahnya kebanyakan milik pemerintah, tapi ada beberapa spot bidang lahan warga yang tetap kami bebaskan juga,” kata Herry, Rabu (4/4/2018).

Dia meyakini perubahan trase akhir ini tidak akan berdampak pada lalu lintas di pusat Kota Bekasi. Bahkan, keberadaan ruas tol ini membantu pengendara berkategori komuter di sisi timur untuk menuju pusat kota.

“Demmand (permintaan) untuk dibuatkan trase di sana juga cukup tinggi berdasarkan kajian,” kata Herry.

Akibat perubahan trase akhir ini, maka panjang ruas tol Becakayu akan semakin panjang. Bila akhir ruas tol ini di Ganda Agung, bisa mencapai 21 kilometer, sedangkan sampai Tambun mencapai 23,4 kilometer.

Herry menyampaikan, pembangunan tol Becakayu selanjutnya menyelesaikan seksi II yaitu Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer, setelah sukses menyelesaikan pembangunan seksi I Casablanca-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer.

“Arah tol tersebut akan dibangun ke arah Bekasi Barat sampai Juni 2018, sehingga nanti sudah bisa beroperasi,” tandasnya.

Adapun ruas tol yang saat ini bisa dipakai yakni Seksi 1B dan 1C sepanjang 8,26 kilometer yang terbentang dari Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna sejak awal November lalu.

Ruas Jakasampurna-Jalan Ahmad Yani kini sedang dibangun, ditargetkan rampung pada April tahun depan. Sedangkan untuk pembangunan seksi 2 dari Jatisampurna sampai Bekasi Timur sejauh 9,2 kilometer baru akan dimulai pada tahun ini. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …