Opini Warga Bekasi Soal Kebijakan Ganjil-Genap

Ganjil-genap Tol Jakarta Cikampek, Senin (12/3/2018). (Foto: Ist)

Ganjil-genap Tol Jakarta Cikampek, Senin (12/3/2018). (Foto: Ist)

PAKET kebijakan Ganjil Genap membuat masyarakat beropini. Pasalnya meski penerapan ganjil genap hanya 3 jam namun hal tersebut ditolak masyarakat khususnya, warga Bekasi.

Seperti yang disampaikan Warga Duta Harapan Bekasi Utara, Sufala Handri, dirinya menilai kebijakan ini sangat diskriminatif dan menyepelekan masyarakat Bekasi, karena menurutnya sebab macet bukan rakyat Bekasi, tapi penumpukan pembangunan infrastruktur mulai dari LRT dan pembangunan tol.

“Saya malah katakan ini malah membuat macet , karena ada aja pasti orang yang gak tau soal kebijakan ganjil-genap dan mereka akhirnya malah mundur lagu, dan itu malah bikin macet, kalau memang ada kebijakan begini harus ada sosialisasi menyeluruh, jadi biar lapisan seluruh masyarakat juga tau,” ucapnya Rabu (14/3/2018).

Berbeda dengan Irven, dirinya mengatakan setuju dengan kebijakan tersebut.

“Saya sih setuju-setuju saja, toh cuma beberapa jam doang kan, tapi saya berharap kebijakan ini nantinya dibenahi dengan baik, dan disosialisasikan kepada masyarakat secara menyeluruh,” kata dia.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata berharap kebijakan ini bisa ditunda untuk dikaji ulang agar lebih matang lagi. Jangan sampai, kebijakan ini malah mengorbankan masyarakat Kota Bekasi atau memindahkan masalah kemacetan.

Menurutnya, kebijakan dari pemerintah ini semestinya dikaji bersama dengan melibatkan Pemkot Bekasi. Sebab, kata Ariyanto, Pemkot Bekasi punya otonomi daerah untuk mengayomi warganya. Jadi, jangan malah terkesan dipaksa untuk mengikuti kebijakan tersebut.

“Kalaupun sampai Pemkot melalui Dishub ikut mendukung. Artinya, mereka mengorbankan masyarakatnya bukan mengayomi dan saya pun sebagai bagian dari masyarakat Kota Bekasi ingin kebijakan ini ditunda karena hanya mengorbankan warga masyarakat Kota Bekasi,” tuntasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …