Ahmad Syaikhu: Kemenangan Pilgub Jabar Bisa Dongkrak Suara Partai di Pileg dan Pilpres

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu tiba di kediaman Tutty Alawiyah, (4/5/2016). FOTO: Muhammad Syaikhu/GoBekasi

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu tiba di kediaman Tutty Alawiyah, (4/5/2016). FOTO: Muhammad Syaikhu/GoBekasi

CALON Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyebut jika kemenangan di Pilkada 2018 nanti dapat mendongkrak suara partai di Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Soalnya, Jawa Barat sendiri merupakan wilayah yang jumlah penduduknya menjanjikan mencapai 46 juta jiwa atau 18 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, kemenangan di Pilgub Jabat amat sangat penting untuk kepentingan secara luas.

“Partai politik berkepentingan di terhadap Pilgub Jabar, siapa yang dapat memenangkan pilgub Jabar akan bisa mendongkrak perolehan suara partai dalam Pileg dan pilpres 2019,” katanya, Sabtu (18/11/2017).

Namun ia sendiri mengakui jika konstelasi politik di tingkat Jawa Barat masih sangat dinamis. Hal itu tentu tidak lain disebabkan banyaknya kepentingan terhadap Pilgub Jabar.

Menyikapi kondisi ini, maka PKS hanya memfokuskan kandidat calon wakil gubernur untuk menjangkau sebanyak mungkin simpul-simpul massa di Jawa Barat. Pada saat yang sama komunikasi secara intens perlu dibangun dengan berbagai partai politik dan stakeholder Jawa Barat.

“Itulah sebabnya PKS menunjuk Pjs Ketua DPW PKS Jabar agar komunikasi bisa terbangun lebih efektif,” terang dia.

Sebagai pemegang mandat resmi partai untuk Cagub/Cawagub PKS, ia mengaku dalam beberapa kesempatan bertemu dengan calon kandidat lainnya.

“Saya sempat bertemu dengan beberapa calon kandidat gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat. Dengan Pak Ridwan Kamil, Pak Dedi Mulyadi, Pak UU dan Pak Iwa, saya kerap bertemu di beberapa kesempatan. Sambil membicarakan masalah tugas-tugas sebagai pimpinan daerah kerap juga membicarakan masalah-masalah Jawa Barat,” beber dia.

Ia mengatakan jika para pejabat itu semua adalah sahabat-sahabatnya. Kontestasi politik, kata dia, tidaklah harus menghilangkan atau merusak persahabatan walaupun pada akhirnya harus berhadapan.

“Saya banyak terinspirasi saat saya bermain badminton maka saya mencari lawan bermain. Lawan bermain badminton saya bukanlah musuh saya tetapi teman berolah raga. Begitu juga halnya dengan kontestasi politik, tentu menjadi tuntutan adanya rivalitas dalam kontestasi. Saya tidak menganggap itu sebagai permusuhan tetapi lebih sebagai teman berdemokrasi,” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …