Antisipas Titik Macet, 3 Petugas Dishub Akan Diterjunkan di Stasiun Bekasi Timur

Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi sedang mengatur lalu lintas di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara beberapa waktu lalu. Kemacetan di perempatan jalan tersebut sering kali dikeluhkan oleh penguna jalan yang melintas. (Foto: Raiza / Radar Bekasi)

Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi sedang mengatur lalu lintas di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara beberapa waktu lalu. Kemacetan di perempatan jalan tersebut sering kali dikeluhkan oleh penguna jalan yang melintas. (Foto: Raiza / Radar Bekasi)

Dinas Perhubungan Kota Bekasi akan menerjunkan petugasnya di Stasiun Bekasi Timur, hal itu untuk mengantisipasi bertambahnya titik kemacetan di Kota Bekasi.

“Kita akan terjunkan 3 petugas di Stasiun Bekasi Timur untuk menindak angkot (angkutan kota) yang kerap mangkal sembarang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Sabtu (14/10/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Yayan mengaku jika saat ini pihaknya tengah konsentrasi mengentaskan kemacetan yang terjadi di Kota Bekasi. Soalnya, belakangan kata dia, sudah ada enam titik kemacaetan yang berhasil diurai.

Sejatinya, ada 19 titik lokasi rawan macet yang ada di Kota Bekasi. Paling krusial berada di jantung Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Lingkar Utara.

“Kemacetan saat ini ada 13 titik, namum bukan berarti itu akan terus menurun. Justru dengan banyaknya pembangunan dan pusat belanja akan menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kami, makanya di Stasiun Bekasi Timur pun kita terjunkan petugas agar tidak ada penambahan titik kemacetan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …