Jaring Pendatang tanpa Identitas, Pemkot Bekasi Akan Gelar Operasi Yustisi

(Ilustrasi) Petugas tim yustisi melakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk milik calon penumpang di Terminal Induk Bekasi, Kamis (30/7). Operasi yustisi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi tersebut guna mencegahnya pendatang baru pasca lebaran. FOTO : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

(Ilustrasi) Petugas tim yustisi melakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk milik calon penumpang di Terminal Induk Bekasi, Kamis (30/7). Operasi yustisi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi tersebut guna mencegahnya pendatang baru pasca lebaran. FOTO : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

PEMERINTAH Kota Bekasi, bakal menggelar operasi Yustisi untuk menjaring warga yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) pasca hari raya Idulfitri 1438 Hijriah.

Hal ini dilakukan untuk mengurai arus urbanisasi mudik Lebaran 2017. Sebab, diprediksi para pemudik yang pulang ke kampung halamannya akan membawa sanak saudara. Namun, Pemkot bekasi belum menentukan waktunya operasi tersebut akan dilakukan.

“Kita masih koordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk melakukan Operasi Yustisi,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Erwin Effendi, kepada GoBekasi.co.id (Pojokjabar.com Group).

Erwin menjelaskan, kalau pertumbuhan penduduk yang ada di Kota Bekasi ini selalu bertambah pasca mudik Lebaran. Memang, arus urbanisasi tidak hanya terjadi di Kota Bekasi. Tetapi, hampir semua provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk.

“Pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi setiap tahun mencapai 4-5 persen. Saat ini, total penduduk Kota Bekasi mencapai 2,6 juta,” tandas Erwin.

Dia juga meminta kepada kaum urban agar tidak hanya asal datang, tapi mempunyai kemampuan bersaing agar mendapatkan pekerjaan. “Datang bukan malah menambah angka pengangguran,” kata Erwin.

Pihaknya meminta kepada kaum urban agar tertib administrasi. Minimal membawa identitas diri kemudian melapor kepada pihak RT maupun RW di tempat tinggal yang baru. “Kami akan melakukan operasi yustisi dan mengecek ke rumah-rumah kontrakan,” ucapnya.

Menurut Erwin, pengecekan pendatang baru dianggap penting. Tak hanya pendataan, pihaknya akan melakukan wawancara ihwal kedatangan mereka ke Bekasi dan orang yang menjaminnya.

“Kami ingin tahu latar belakangnya, jangan sampai ada pelaku kejahatan,” ujarnya.

(sar/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …