Ketua DPC PDIP Mengundurkan Diri

(Ilustrasi) Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Meilina Kartika Kadir menandatangani kesepakatan koalisi, beberapa waktu lalu. FOTO: Dokumentasi GoBekasi/Rezza

(Ilustrasi) Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi, Meilina Kartika Kadir menandatangani kesepakatan koalisi, beberapa waktu lalu. FOTO: Dokumentasi GoBekasi/Rezza

SEBANYAK 23 Pengurus Anak Cabang (PAC) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi meminta agar Meiliana Kartika Kadir mundur dari kursi kepemimpinannya sebagai Ketua DPC beberapa waktu lalu.

Hal ini buntut dari kekalahan telak Meli saat bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 15 Februari 2017 lalu, dengan pasangannya Abdul Khalik yang diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Berdasarkan informasi yang didapat GoBekasi, Melili sudah membuat surat pernyataan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi. Hal ini bahkan, dibenarkan oleh bendahara DPD PDIP Jawa Barat, Waras Wasisto.

“Saya dengar sudah ada surat pernyataan mundur Melly dari jabatannya itu, dan besok kita akan rapat bersama di DPD nanti,” kata dia, Selasa (7/3/2017) saat dihubungi GoBekasi.co.id

Waras menjelaskan, surat pernyataan mundur Melly sebagai ketua DPC PDIP lantaran 23 PAC sudah menggeruduk kantor DPD bahkan sampai DPP guna meminta Melly turun dari kursi kepemimpinannya.

“Seruan 23 PAC itu sudah sampai telinga DPP dan nanti hasilnya juga belum kita ketahui, makanya besok akan ada rapat di DPD Jawa Barat untuk melakukan pembahasan ini,” tandas dia.

Hingga berita ini diturunkan, Melly juga belum memberikan pernyataan resmi saat dihubungi GoBekasi.  (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …