Suara Neneng YES Unggul, Sejarawan Bekasi: Ini Sejarah, tapi…

Almaida Rosa Putra (kiri) dan Neneng Hasanah Yasin. (Foto: Dokumentasi GoBekasi.co.id)

Almaida Rosa Putra (kiri) dan Neneng Hasanah Yasin. (Foto: Dokumentasi GoBekasi.co.id)

HASIL Perhitungan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi menunjuk data yang masuk di 23 Kecamatan dengan total keseluruhan 3.958

Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat ini sudah mencapai 2.506 TPS yang masuk atau 63,31%. Hasil real count sementara KPUD Bekasi pukul 16:25 WIB, pasangan nomor urut 5, Neneng Hasanah Yasi – Eka Supria Atmaja (Neneng YES) unggul 42,08% dengan perolehan 319.147 suara, sedangkan pasangan Sa’duddin – Dhani Ahmad Prasetyo  (SAH) 24,64% dengan jumlah perolehan 186.847 suara.

Di posisi ke-3 pasangan Independen Obon Tabroni – Bambang Sumaryono (OBAMA) peroleh 17,09% dengan perolehan 129,622 suara, pasangan nomor urut 1, Meilina Kartika Kadir – Abdul Kholik (MENARIK) capai 9,25% dengan 70.130 suara, dan posisi terkahir pasangan Iin Farihin – Mahmud (IMAM) peroleh 6,945 dengan total suara 52.598.

Sejarawan Bekasi Sunaryo menilai, jika Neneng memenangkan Pilkada akan menjadi sejarah sistem demokrasi di wilayah Kabupaten Bekasi. Pasalnya, dalam Pilkada ditahun – tahun sebelumnya, petahana selalu gagal melaju untuk kedua kalinya sebagai Bupati.

Bukan hanya soal 2 periode sejarah yang sudah ditorehkan Neneng bila memang, lanjut pensiunan PNS Depag ini, dirinya mengakui, Neneng adalah perempuan pertama yang mampu memimpin Kabupaten Bekasi.

“Karena belum pernah terjadi (dua periode), itu dianggap sejarah. Saat Pilkada belum pernah itu dua kemenangan. Iya ini sejarah tersendiri, dan rekor pertama raih kemenangan,” kata dia, Jumat (17/2/2017) saat dihubungi GoBekasi.co.id.

Sunaryo melanjutkan, dalam kepemimpinannya yang kedua nanti. Neneng harus berani menetapkan 2 tempat bersejarah di Kabupaten Bekasi yang kini masih terkatung – katung statusnya.

Kata Sunaryo, Tim Arkeolog Nasional pada Oktober tahun 2016 silam sudah menetapkan dua tempat di Kabupaten Bekasi menjadi situs bersejarah, yakni Situs Buni yang berada di wilayah Babelan, dan Masjid Al-Mujahidin yang berada di Cibarusah.

“Kita tunggu responnya Bupati yang baru nanti untuk menjadikan kedua tempat tersebut menjadi cagar budaya di Kabupaten Bekasi,” harap dia.

Selain itu, Sunaryo juga mengkritisi, perihal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTB) yang di naungi oleh Perusahaan Terbatas Cikarang Listrindo (PT CL) yang terbangun di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan.

“Pembangunan tersebut seharusnya dibangun daerah Desa Urip Jaya, Kecamatan Cibarusah, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) 12 yang tertera tentang tata ruang pembangunan PLTB, meskipun saya tidak tahu dampaknya nanti, namun seharusnya sebagai Bupati harus turut andil dalam kebijakan,” tandas dia. (kub/gob)

 



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …