Ratusan Buruh Serbu Kantor Disnaker Kabupaten Bekasi

Ratusan massa buruh GSPB mendemo Kantor Disnaker Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Selasa siang (20/9/2016). (Foto: Rezza/GoBekasi)

Ratusan massa buruh GSPB mendemo Kantor Disnaker Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Selasa siang (20/9/2016). (Foto: Rezza/GoBekasi)

RATUSAN buruh yang tergabung dalam Federasi Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (FGSPB), Selasa siang (20/9/2016) mendemo kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat.

Ratusan buruh ini awalnya berangkat dari depan PT Hexta Integral Tehcnology, Cikarang Barat, dan tiba di halaman kantor Disnaker Kabupaten Bekasi sekitar pukul 11.30 WIB.

Perwakilan FGSPB, Ahmad Jejen menyatakan, aksi ini dilakukan untuk mendesak Disnaker segera menerbitkan nota pengawasan dan tindakan tegas terhadap PT Hextal Integral Technology.

Selain itu, massa juga mendesak hal serupa kepada Disnaker agar tegas terhadap PT Tri Star Garmen, penyimpangan PWKT, pemagangan PT Nanbu dan pelanggaran hak serikat lainnya.

“Selain itu kami juga mendesak agar PPNS Disnaker Kabupaten Bekasi menindak tegas secara hukum atas tindak pidana ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pengusaha PT Harapan suskses jaya,” ujarnya kepada GoBekasi disela-sela aksi.

Sayangnya, hingga berita ini masuk dapur redaksi dsei pihak Disnaker belum menemui massa yang datang menggunakan satu unit mobil komando dan puluhan sepeda motor ini.

Massa pun terus meneriakan ‘Buruh Bersatu, Rebut Kesejahteraan’ sambil membentangkan spanduk dan poster yang berisi tulisan cabut PP 78, Hapus Sistem Kontrak dan Outsourching serta Naikan Upah 50%! [cr27/gob]



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …