TU Kosong, Kepsek Jarang Masuk

SIDAK: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kanan), saat melakukan sidak di SMPN 36 Kota Bekasi kemarin.RANDY/RADAR BEKASI

SIDAK: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kanan), saat melakukan sidak di SMPN 36 Kota Bekasi kemarin.RANDY/RADAR BEKASI

Sidak Walikota ke SMPN 36 Bekasi

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya, ketika dia mengunjungi SMPN 36 Kota Bekasi secara mendadak kemarin. Pasalnya, dia tidak menemui kepala sekolah.

Yang membuat orang nomor satu di Kota Bekasi ini geram, kepala sekolah SMPN 36 Kota Bekasi, Hadirllah ternyata jarang masuk sekolah. Tidak puas sampai di sana, Rahmat Effendi lalu memeriksa ruangan Tata Usaha (TU). Lagi-lagi dia dibuat kecewa, karena banyak staf TU yang tidak masuk.

“Manajemennya tidak jalan, TUnya tidak masuk, kepala sekolah jarang masuk, sehingga sekolah tidak terurus keliatannya,” katanya dengan penuh rasa kecewa.

Pria yang akrab disapa Pepen ini juga merasa miris, ketika melihat beberapa bagian bangunan yang tidak terawat seperti lantai keramik yang pecah, dinding yang kusam dan lain sebagainya.

“Banyak lantai yang sudah retak dan lain sebagainya. Ini harus di tata agar sekolah SMPN 36 bisa berjalan dengan baik, jika begini terus maka tidak akan bisa berkembang,” terangnya kepada Radar Bekasi.

Sementara itu, tidak ada satu pun guru maupun staf lainnya yang mau memberikan komentar terkait Kepsek dan staf TU yang jarang masuk. Ketika Radar Bekasi ingin mengkonfirmasi, beberapa guru memilih menghindar.

Tidak puas hanya di SMPN 36 Bekasi, Wali Kota Bekasi yang di dampingi Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Dedi Djunaidi dan Kepala Disbangkim Kota Beasi Dadang Ginanjar melanjutkan inspeksinya ke SMP Negeri 30 Kota Bekasi. Di sana Walikota, menemukan kondisi sekolah yang tidak nyaman untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

“Di SMPN 30 ini saya lihat kondisinya Kotor, kumuh tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar, dan para siswa pun merasa terganggu dengan kondisi sekolah yang tidak bersih,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Sekolah SMPN 30 Kota Bekasi Mukhsonah menjelaskan, kondisi sekolahnya yang kumuh saat ini dikarenakan sedang berlangsungnya pembangunan gedung di area sekolah.

“Kemarinkan kita sudah minta ulang, karena ada pembangunan gedung baru maka terilhat kotor, akan tetapi setelah selesai pembangunan maka akan di kembalikan kebersihan sekolah ini,” pungkasnya. (ran)



Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …