Hati-Hati, Ternyata Ada Banyak Bakteri di Pantai

Pantai. (Foto: polish-realestate-fund.com)

Pantai. (Foto: polish-realestate-fund.com)

SEBAIKNYA Anda harus berhati-hati jika ingin main ke pantai, karena sebenarnya pantai itu tidaklah sebersih yang Anda duga karena mengandung banyak sekali bakteri.

Ya, menurut sebuah studi baru yang dilansir jurnal Environmental Science & Technology, ternyata pantai merupakan pelabuhan bakteri fecal (bakteri yang ditemukan dalam tinja).

“Pengunjung pantai harus menyadari implikasi kesehatan jika terkontaminasi pasir pantai dan tidak harus mengasumsikan pasir itu selalu aman,” kata pemimpin peneliti, Tao Yan, PhD, seperti dilansir laman Health, Senin (10/8).

Ternyata penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pasir sebenarnya jauh lebih kotor dibandingkan dengan air laut karena sering mengandung 10 sampai 100 kali bakteri fecal.

Di laboratorium, para peneliti menciptakan satu set dari tiga “mikrokosmos” menggunakan sampel dari tiga pantai Hawaii, termasuk pasir dan air laut yang kemudian terkontaminasi dengan bakteri fecal yang biasa ditemukan di pantai.

Mereka kemudian meneliti sampel untuk melihat bagaimana populasi bakteri fecal berubah dari waktu ke waktu. Akhirnya mereka menemukan bahwa proses pembusukan bakteri berbahaya itu jauh lebih lambat di pasir pantai daripada di air, yang mungkin menjelaskan mengapa pasir merupakan sarang bakteri tersebut.

Tapi apakah bakteri ini benar-benar menyakiti Anda? Sebuah studi 2012 di jurnal Epidemiology menunjukkan bahwa bakteri fecal yang berada di pasir pantai benar-benar bisa membuat Anda sakit.

Para peneliti menganalisis sampel pasir dari dua pantai (satu di Alaska dan satu di Rhode Island). Kemudian, mereka yang mensurvei hampir 5.000 pengunjung pantai dan menemukan bahwa mereka yang bermain di pasir atau terkubur di pasir lebih mungkin untuk menderita diare, mual dan muntah seminggu setelah mereka mengunjungi pantai.

Namun, para peneliti menekankan tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti mengunjungi pantai asalkan Anda mengambil tindakan pencegahan yang jelas.

“Gejala yang kami amati biasanya ringan dan tidak harus mencegah orang dari mengunjungi pantai, tetapi mereka harus mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan setelah bermain di pasir atau air,” kata penulis senior Timothy Wade, PhD. (fny/jpnn/gob) 



Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …