Ikal UIN Jakarta Cabang Bekasi Raya Dilantik

PELANTIKAN: Pengurus Ikal UIN Syahid Bekasi Raya usai dilantik di Plaza Pemkot Bekasi kemarin.SBI/RADAR BEKASI

PELANTIKAN: Pengurus Ikal UIN Syahid Bekasi Raya usai dilantik di Plaza Pemkot Bekasi kemarin.SBI/RADAR BEKASI

BANYAK jebolan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang kini menetap di kota dan Kabupaten Bekasi. Beragam profesi yang kini ditekuni para alumni. Mempertimbangkan banyaknya alumni di Bekasi, maka mereka sepakat membentuk organisasi.

Kemarin Ikatan Alumni (Ikal) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, cabang Bekasi Raya, resmi terbentuk. Acara yang berlangsung di Plaza Pemkot itu, ditandai dengan penyematan pin oleh Ketua Ikal UIN Pusat, Ahmad Zacky Siradj kepada Ketua Ikal UIN Bekasi Raya, Agus Enaf.

Menurut Agus, kemunculan Ikal UIN Bekasi Raya berawal dari diskusi-diskusi kecil para alumni UIN Syahid, yang jumlahnya cukup banyak di Bekasi, untuk kemudian membentuk suatu wadah yang menjadi rumah untuk saling bertukar ide demi berpartisipasi dalam pembangunan Bekasi.

“Sebab, kami menilai bahwa alumni UIN Syahid yang tersebar di Bekasi memiliki potensi besar untuk memberikan sumbangsih sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Transformasi IAIN menjadi UIN sejak 2002 membuat bidang garap alumni UIN semakin luas,” ujar pria yang juga menjabat sebagai salah satu kepala bidang di Dinas Pendidikan ini.

Agus mengatakan, saat ini saja alumni UIN Syahid sudah cukup banyak yang menempati pos-pos strategis dan memiliki peran di tengah masyarakat. Mulai dari tokoh agama, politisi, guru, birokrat, hingga pekerja media. “Kita harapkan keberagaman ini menjadikan kekuatan Ikal UIN,” katanya.

Ketua Ikal UIN Syahid pusat, Ahmad Zacky Siradj mengungkapkan, saat ini para alumnus UIN mendapat tantangan besar. Dia menuturkan, meski sudah berpuluh tahun lamanya Indonesia merdeka, namun kemerdekaan yang diperoleh belumlah sepenuhnya merdeka. Sebab, berdasarkan penelitian, 86 persen ekonomi Indonesia dikendalikan oleh non pribumi.

”Indonesia telah menjadi konsumen besar. Kita lihat saja yang ada di ruangan ini, mulai dari ponsel, laptop, AC, semua dari luar negeri. Maka hanya mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi lah, yang bisa menikmaati kelimpahan SDA bumi Indonesia yang luar biasa ini,” ujarnya.

Mantan Menteri Negara Peranan Wanita, Prof Dr Tuty Alawiyah menambahkan, problematika yang dihadapi dewasa ini semakin beragam. Mulai dari kristenisasi, lanskap tanah ribuan hektar yang dikuasai satu dua orang (kapitalisme), pelecehan seksual dan pornografi, hingga persoalan lapangan pekerjaan bagi para TKW yang hendak dipulangkan.

”Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia sangat tertinggal. Indonesia berada di peringkat ketujuh. Peringkat pertama Singapura dan peringkat keenam Vietnam. Saya ke Vietnam, ternyata orang sana lebih memilih membeli kebutuhan di warung-warung kecil ketimbang di mal. Mereka sedang dengan bangsanya sendiri,” ungkapnya.

Salah satu hakim MK, Dr Wahiduddin mengatakan, di beberapa negara luar, sumber daya alam yang mendasar seperti air, udara, dan api tidak boleh dikomersilkan. Karena menurutnya, air adalah anugerah dari Tuhan. Adapun yang dibeli di luar negeri adalah kemasannya. ”Semoga Ikal UIN bisa membawa perubahan bagi Beksi,” tukasnya. (sbi)



Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …