Ini Kronologis Penikaman Warga Pondok Mitra Lestari

Ilustrasi pembacokan. Foto: Dok/Jpnn

Ilustrasi pembacokan. Foto: Dok/Jpnn

SEORANG warga perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Jatiasih, mengalami luka akibat dianiaya tetangganya sendiri.

Bahkan korban, AR (53) sampai hilang ingatan setelah tengkuk sebelah kanannya terkena bagian belakang pisau daging yang tumpul.

“Informasi dari warga, korban sudah pulang ke rumah untuk mendapatkan rawat jalan,” kata CN, Kamis (10/5/2018).

CN mengatakan, penganiayaan itu dipicu karena persoalan sepele.

Pada Rabu (9/5/2018) malam, sejumlah bapak-bapak perumahan tengah berkumpul di pendopo kompleks.

Secara bersamaan melintas pelaku RD (45) seorang diri di lokasi.

Bukannya menegur, RD yang tengah dipengaruhi alkohol akibat minuman keras (miras) ini malah menantang berkelahi.

“Bapak-bapak kemudian menenangkannya (RD) dengan cara dirangkul dan diajak berkumpul bersama, tapi menolak dan ingin pulang,” katanya.

Di depan rumah, kata dia, RD kembali berulah dengan mengamuk tanpa sebab.

Warga kemudian mendatangi rumah RD dengan maksud untuk kembali menenangkannya.

Namun, pelaku menganggap kedatangan warga yang berjumlah sekitar 10 orang justru ingin mengeroyoknya.

Pelaku kemudian bertindak reaktif dengan mengambil sebilah pisau daging di rumahnya dan mengarahkannya kepada kerumunan warga secara brutal.

Bahkan kedatangan korban AR ke lokasi kejadian langsung ditantang duel pelaku.

Bentrokan fisik pecah saat RD memukul bagian dada AR hingga memicu pertikaian fisik keduanya.

AR ambruk karena bagian kepala belakangnya terkena sabetan pisau daging.

Namun bacokan kedua berhasil diantisipasi warga sekitar yang memegang tangan RD dan memintanya untuk segera menenangkan diri.

“Kalau tidak saya tahan tangannya yang megang pisau, sudah pasti itu pisau menancap ditubuh AR. Korban tidak sadarkan diri dan muntah-muntah. Sudah kami bawa ke rumah sakit untuk visum,” kata warga lainnya berinisial WG.

Meski sudah ditenangkan, RD kembali berontak. Kali ini dia melakukan pengajaran kepada satu per satu warga yang berkerumun di lokasi.

Setelah warga berhamburan melarikan diri, RD melampiaskan kekesalannya dengan menebas batang pohon dan tanaman.

Namun tanpa diduga pisau yang digenggamnya terlepas. Saat mencoba mengambil pisaunya, warga secara bersama-sama mengamankan RD dan mengikatnya menggunakan tali di bagian tangan dan kaki.

Warga memulangkan RD ke rumahnya. Beberapa saat kemudian RD keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor berniat menuju kantor Polsek Jatiasih.

Dia ke sana hendak membuat laporan polisi karena merasa dikeroyok warga. Naasnya, sepeda motor yang dikendarai RD menabrak motor warga hingga terjatuh.

“Dia berteriak ingin laporan polisi. Jadi mending kami antar dia ke Mapolsek Jatiasih sekalian warga membuat laporan,” kata WG.

Tidak hanya itu, di kantor polisi pun RD kembali berulang dengan menantang duel polisi bersergam bebas, namun aksinya diamankan petugas.

Dia meminta agar pelaku dihukum karena perbuatannya meresahkan masyarakat. Apalagi perbuatan onar ini sudah kesekian kalinya yang dilakukan oleh RD.

“Informasinya dulu sempat produksi miras jenis ciu di perumahan namun warga protes dan produksi dihentikan. Beberapa saat kemudian, dia kembali berbuat onar dengan merusak pagar warga tanpa alasan yang jelas,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …