Warga Resah dengan Tanggul Ambles di Jalan Cipendawa

Kondisi pinggiran Jalan Cipendawa yang tergerus air, Selasa (28/2/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi.co.id)

Kondisi pinggiran Jalan Cipendawa yang tergerus air, Selasa (28/2/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi.co.id)

WARGA yang tinggal di sekitar Jalan Raya Cipendawa, Kelurahan Bojong Menteng, Rawalumbu, mulai resah.

Pasalnya, mereka khawatir rumahnya ambles akibat tanggul sheetpile Kali Bekasi yang ambrol tidak segera diperbaiki.

Tanggul sheet pile Kali Bekasi itu ambrol sejak Februari 2017. Akibatnya, permukaan jalan di atasnya ikut ambles hampir ke tengah jalan.

Longsoran turap itu berada tak jauh dari Jembatan Cipendawa. Saat ini, kondisinya hampir separuh badan jalan sepanjang 20 meter dari Cipendawa menuju Jatiasih ambles ikut amblas.

Turap yang longsor itu juga sudah menggerus trotoar jalan. Dampaknya, Jalan Cipendawa arah Jatiasih ditutup. Arus lalu lintas dialihkan dengan menetapkan contraflow.

“Sheet pile sama trotoarnya sudah ambles semua ke kali. Ini jalan aja ikutan amblas hampir setengah. Tapi ini dari pemerintah belum ada tindakannya sama sekali,” keluh Bambang, rarga sekitar, Selasa (8/5/2018)

“Saya khawatir rumah saya yang tidak jauh dari lokasi ambles ikut ambles juga,” ujarnya lagi.

Bambang berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan. Alasannya, turap longsor dan merusak jalan merugikan pengguna jalan dan warga.

“Parah pemerintah ini, kayak cuek gitu. Padahal ini kondisi sudah darurat harus segera ada tindakan,” katanya.

“Masa mau nunggu korban dulu. Jangan lempar lempar tanggung jawab lah, kepentok soal anggaran lah atau apa itu, lah itu duit rakyat di pemerintah yak,” ucapnya.

Sedangkan Husen, mengungkapkan, Jalan Raya Cipendawa merupakan jalur padat kendaraan.

Jalan Raya Cipendawa juga menjadi akses tembus dari Narogong atau Bantar Gebang menuju ke Jatiasih dan Pondok Gede.

“Ini kan memang setelah dibangun jadi akses jalan tembus, jadi lumayan ramai kalau jam sibuk,” ucap Hamid.

“Satu jalur ambles ditutup jadi berbagi jalan dari arah Jatiasih ke Jalan Raya Narogong suka macet parah jadinya,” ujarnya lagi.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sudah mengajukan anggaran untuk memperbaiki turap Kali Bekasi yang longsor ke pemerintah pusat.

Namun, dana untuk memperbaiki turap Kali Bekasi itu tak kunjung cair.

“Sampai sekarang anggaran masih proses belum disetujui,” tutur Fajar Faizal, pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWSCC.

Fajar menjelaskan, pada Februari 2017, pihaknya mengajukan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).

Akan tetapi, dana tidak bisa segera digelontorkan karena waktunya terlalu singkat untuk proses lelang dan pengerjaannya.

Kemudian, dia mengajukan anggaran melalu APBN Reguler tahun 2018. Pengajuan anggaran ini pun belum disetujui pemerintah.

“Kalau pakai APBN-P tidak bisa waktunya mepet, karena aturannya dalam APBN-P sempit,” ucapnya.

“Paling bisa harus pakai APBN Reguler, tapi kita belum juga disetujui. Kita menunggu disetujui, semoga cepat 2019 ya diharapkan,” ujarnya.

Sedangkan mengenai desain untuk perbaikan turap masih dikaji.

“Kalau pakai turap biasa kita khawatir setelah diperbaiki akan amblas kembali,” katanya.

Dia menambahkan, untuk pengajuan anggaran, BBWSCC terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami juga meminta Dinas Bina Marga menyerahkan aset Jalan itu kepada BBWSCC, itu kan pengerjaan jalan dari Dinas Bina Marga Bekasi, jadi kedepannya biar tidak ada masalah lagi segera diserahkan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …