Tanggul Ambles di Jalan Cipendawa Tak Kunjung Diperbaiki

Kondisi Jalan Cipendawa semakin terkikis akibat tingginya debit air Kali Bekasi, Kamis (8/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kondisi Jalan Cipendawa semakin terkikis akibat tingginya debit air Kali Bekasi, Kamis (8/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

TANGGUL ambles di Jalan Cipendawa, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, tak kunjung diperbaiki. Padahal, sudah lebih dari satu tahun.

Kerusakan Jalan Cipendawa bermula ketika turap penyangga jalan tergerus arus sungai Kali Bekasi pada Februari 2017 lalu.

Amblesnya tanggul itu merupakan tanggung jawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Hampir separuh badan jalan sepanjang 20 meter dari Cipendawa menuju Jatiasih ambles.

Akibatnya, jalan sepanjang sekitar 300 meter terpaksa ditutup dan arus kendaraan pun dialihkan ke arah sebaliknya.

Fajar Faizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWSCC Fajar Faisal mengungkapkan pihaknya sudah menginformasikan dan mengajukan anggaran untuk perbaikan tanggul tersebut.

“Kami belum dapat anggaran sehingga realisasi perbaikan belum bisa dilakukan. Sudah kasih tau pemerintah pusat, sudah ditindaklanjutkan dan mengajukan untuk anggaran perbaikan itu. Namun, sampai sekarang anggaran masih proses belum disetujui,” kata dia, Selasa (8/5/2018).

Fajar menjelaskan saat turap amblas itu pada Februari 2017, pihaknya langsung mengajukan untuk masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), tetapi  tidak bisa mengingat waktunya singkat untuk proses lelang dan pengerjaannya.

Untuk itu pada tahun 2018, pihaknya mengajukan untuk masuk APBN Reguler tetapi tidak belum disetujui juga.

“Kalau pakai APBN-P tidak bisa waktunya mepet, karena aturannya dalam APBN-P sempit. Paling bisa harus pakai APBN reguler, tapi kita belum juga disetujui. Kita menunggu disetujui, semoga cepat 2019 ya diharapkan,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sedang mengkaji desain untuk perbaikan turap di kali ambrol itu.

“Desain sedang kita kaji, desainnya disesuaikan dengan kondisi lapangan melihat kali tersebut lebih ganji, kalau pakai turap biasa kita khawatir setelah diperbaiki akan amblas kembali. Kita buat rancangan desain sebaik dan sebagus mungkin disesuaikan dengan kondisinya,” jelas Fajar.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan juga pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.

“Kita terus komunikasi agar pengajuan anggaran perbaikan itu bisa secepatnya disetujui. Kami juga meminta Dinas Bina Marga menyerahkan aset Jalan itu kepada BBWSCC, itu kan pengerjaan jalan itu dari Dinas Bina Marga Bekasi, jadi kedepannya biar tidak ada masalah lagi segera diserahkan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …