Diskominfostandi Latih Kader Jumantik

Pembicara tengah memaparkan materi untuk kader jumantik, Selasa (8/5/2018). (Foto: Ist for GoBekasi)

Pembicara tengah memaparkan materi untuk kader jumantik, Selasa (8/5/2018). (Foto: Ist for GoBekasi)

DINAS Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi melakukan pelatihan juru pemantau jentik (Jumantik) nyamuk. Pelatihan ini merupakan persiapan launching aplikasi SiTiktik Jumantik untuk memetakan kepadatan jentik nyamuk di Kota Bekasi.

“Terimakasih atas kehadirannya, mudah-mudahan setelah pelatihan ini laporan kinerja jumantik bisa lebih cepat,” kata Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Titi Masrifahati saat membuka pelatihan jumantik di Aula Nonon Sontani, Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (8/5/2018).

Titi mengungkapkan, kader yang diberikan pelatihan saat ini berfokus pada dua wilayah keluarahan. Dua kelurahanitu yakni Kelurahan Margahayu dan Kelurahan Margajaya. Pasalnya, dua kelurahan ini menjadi pilot project penerapan Bekasi Smart City.

“Ibu-ibu adalah bagian dari kami untuk mensukseskan Smart City,” ungkap Titi.

Membuka pelatihan jumantik, kepala dinas memberikan semangat kepada para kader jumantik agar siap untuk menjalankan aplikasi Sitiktik Jumantik. Dengan kemajuan era digital, maka masyarakat Kota Bekasi juga harus siap memanfaatkan aplikasi melalui smartphone.

“Aplikasi ini dibuat untuk kemudahan, kita sudah siap jadi smart,” seru Titi.

Menurutnya, para kader jumantik adalah orang yang juga turut melakukan perubahan di Kota Bekasi. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugasnya tidak boleh monoton, tetapi harus lebih kreatif.

“Jangan melakukan kinerja yang itu-itu saja,” sambungnya.

Dijelaskan Titi, aplikasi Sitiktik Jumantik dapat menjadi referensi penanganan dan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Melalui aplikasi Sitiktik, kepadatan jentik nyamuk dapat diketahui.

Ia mencontohkan, apabila ada sebuah kasus DBD dalam suatu wilayah maka tidak serta merta ditindaklanjuti dengan melakukan fogging atau pengasapan. Di sisi lain, kader jumantik juga melakukan pelaporan, dan melakukan pencegahan sejak dini.

“Misalnya ada yang terserang DBD di satu wilayah tetapi disana sedikit sekali kepadatan jentik nyamuk, kemungkinan dia digigit nyamuk bukan dari wilayah tempat tinggal,” jelas Titi.

Dengan referensi Aplikasi Sitiktik Jumantik, program fogging juga bisa dilakukan lebih tepat sasaran. Meski pada satu wilayah belum ada yang terserang DBD, tetapi dengan tingginya kepadatan jentik nyamuk maka bisa saja dilakukan fogging.

“Fogging juga tidak boleh dilakukan terlalu sering, karena jika sedikit-sedikit disemprot nyamuknya malah menjadi kebal,” pungkas Titi. (adv/hms/dit/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …