Ini Pandangan Dua Calon Wali Kota Bekasi Soal Tema Debat Publik

Debat Publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi 2018 di Hotel Santika Harapan Indah, Kamis (3/5/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Debat Publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi 2018 di Hotel Santika Harapan Indah, Kamis (3/5/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

DUA calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Nur Supriyanto, memberikan pendangan soal tema Debat Publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Hotel Santika Harapan Indah, Kamis (3/5/2018).

Tema dalam debat publik putaran kedua adalah tentang Transportasi, Lingkungan Hidup dan Kependudukan. Tema itu diambil hasil dari kajian panelis yang telah ditunjuk oleh KPU Kota Bekasi.

Panelis kali ini yaitu, Ki Darmaningtyas Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Yaya Nur Hidayati Direktur Executif Walhi dan Dosen Universitas Indonesia Agung Pramono dengan Moderator Rahma Sarita.

Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 1, Rahmat Effendi, mengatakan penduduk Kota Bekasi saat ini mencapai 2,7 juta jiwa, tidak termasuk daerah yang masuk 10 besar daerah termacet.

Menurutnya, penanganan sampah dan limbah harus menjadi perhatian semua pihak serta Kota Bekasi menjadi tujuan warga urban dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat sendiri.

“Berkenaan transportasi, Kota Bekasi tidak masuk dalam 10 besar kota termacet, tidak termasuk. Ini adalah berkat kerja keras, berkat komunikasi dengan pihak lain untuk mengatasi masalah kemacetan,” kata Rahmat.

‎Dia pun, mengajak semua pihak untuk mengelola sampah rumah tangga dengan program Bank Sampah serta limbah yang sering mengaliri Kali Bekasi.

“Masalah kependudukan yakni laju pertumbuhan yang luar biasa yang berasal dari warga urban. Kota Bekasi sudah menjadi kota tujuan warga urban, dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tuturnya.

Sementara itu, pasangan calon nomor 2, Nur Supriyanto, memberikan gagasan untuk pembangunan konsep green city untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup.

‎”Lingkungan kita menghadapi pencemaaran sampah, udara, solusinya membangun green city. Persoalan ruang terbuka hijau baru 13 persen, masih jauh dari harapan kita,” tutur Nur Supriyanto.

Kader PKS ini, berbeda pandangan dengan petahana Rahmat Effendi. Kata Nur, Kota Bekasi termasuk empat besar kota termacet.

Ia berencana melakukan rekayasa lalu lintas dan parkir, penekanan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang selama ini menurutnya agak terabaikan, menyatukan stasiun kereta api, terminal, dan pasar menjadi satu agar saling terintegrasi.

‎”Kota Bekasi faktanya keempat kota macet di Indonesia, penyebab kemacetan adalah sempitnya jalan. Karena kita tidak punya rencana induk transportasi, kita harus bangun moda transportasi terintegrasi ke depannya. Melakukan pemekaran kelurahan, pembukaan jalan dan flyover. Sehingga masyarakat lebih cepat capai tujuan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …