Sudah Ada 130 Tenant di Grand Metropolitan Mal, Intip Yuk…

Tenant di Grang Metropolitan Mal. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Tenant di Grang Metropolitan Mal. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

MENGUSUNG konsep family mall dan menyasar segmen kalangan menengah atas General Manager, Augusman Turnip, mengatakan saat ini, sudah ada 130 tenant di Grand Metropolitan, antara lain anchor tenant, shoes and bags, entertaiment, sport, kuliner, health and beauty, dan supermarket. Kendati begitu, fokusnya lebih diarahkan ke shoes and bags.

“Kami melihat marketnya cukup besar dari profil customer 70 persen perempuan. Kami lihat segmen pasar kita, kemudian produknya ini memang cocok. Kami mengarah diferensiasi ke shoes and bags,” ucapnya, Selasa (1/5/2018).

Adapun soal promosi, Grand Metropolitan juga aktif menggencarkan sosial media guna menginformasikan setiap event ataupun promo. Sejauh ini, terbilang lebih efektif.

“Keuntungan kita lokasi berada di CBD, lokasi kita pun sangat stategis. Kemudian tenant kita beragam, dan juga kita ada function hall untuk wedding atau ragam event lain. Selain itu, kita ada member Metland Card dengan banyak keuntungan seperti diskon di tenant-tenant tertentu,” ucapnya.

Sementara itu keberadaan situs belanja (toko) online bak jamur pada musim penghujan. Banyak pihak memprediksi kondisi ini akan mempengaruhi keberadaan toko-toko offline, termasuk mal dan pusat perbelanjaan.

Namun, seperti halnya manajemen Grand Galaxy Park tidak risau. Dampak yang muncul tidak terlalu besar. Masih banyak masyarakat justru merasa kurang nyaman belanja online.

“Mereka mau lihat barangnya, jajal. Kalau beli online, kita kan hanya lihat gambar. Belanja online  itu untuk mereka yang sibuk dan gak ada waktu. Tapi percaya deh yang belanja online pasti tetap datang juga ke mal,” tutur Marketing Comunication Manager Grand Galaxy Park Wahyu Setiadi Nugroho.

Lagipula, dalam perkembangannya, mal tidak lagi sekadar tempat belanja. Melainkan sudah menjelma sebagai wadah hangout, baik individu, keluarga keluarga, pebisnis, maupun komunitas.

“Itulah mengapa kami tidak hanya fokus ke toko-toko offline. Kami juga sediakan lokasi yang menarik. Antara lain, lokasi out door. Orang Bekasi suka kongkow di ruang terbuka. Bahkan, sering dipakai buat kumpul komunitas,” tuntasnya (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …