Kenaikan Harga Daging dan Sayur Mayur Jangan Dijadikan Tradisi

Petugas Disperindagsar Kabupaten Bekasi memeriksa kandungan formalin di daging ayam yang dijual di Pasar Baru Cikarang, Selasa (21/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

Petugas Disperindagsar Kabupaten Bekasi memeriksa kandungan formalin di daging ayam yang dijual di Pasar Baru Cikarang, Selasa (21/6/2016). (Foto: Rezza Rizaldi/GoBekasi)

KENAIKAN harga komoditi daging dan ayam di Pasar Baru Bekasi mendapat tanggapan dari masyarakat.

Riyani (35) seorang warga Dewi Sartika, Bekasi Timur, menilai jika kenaikan harga sudah bukan suatu hal yang asing.

“Tidak hari besar pun kadang naik, apalagi hari besar sudah pasti naik. Kita sebagai pembeli ya karena membutuhkan konsumsi gizi mau tidak mau beli,” tutur dia.

Karenanya, ia meminta kepada pemerintah agar tidak melulu menjadikan kenaikan harga daging dan ayam maupun sayur mayur menjadi tradisi.

“Jangan dijadikan sebagai tradisi, seperti inu jadinya. Kalau bisa harga itu stabil, ya kalaupun naik jangan sampai selisih besar,” harapnya.

Kurnia (29), seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Baru mengaku keberatan dengan kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Cukup berat kalau semua harga kebutuhan pokok naik,” katanya.

Sebab, Kurnia menilai jika keberadaan pemerintah adalah untuk mengayomi atau memanjakan rakyat.

“Funsinya ada pemerintah itu kan agar mengayomi rakyat, bukan malah menyengsarakan rakyat,” celetuknya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …