Informasi Kandungan dalam Makanan Memengaruhi Cita Rasa

MSG atau penyedap rasa

MSG atau penyedap rasa

SEBUAH penelitian membuktikan produk makanan menimbulkan ekspektasi tertentu pada orang yang akan mengonsumsi makanan tersebut, yang nantinya memengaruhi persepsi cita rasa.

Contohnya, mengenai label makanan ‘organik’. Kebanyakan masyarakat akan mempunyai ekspektasi tinggi untuk makanan tersebut seperti, lebih lezat, rendah lemak, dan mengandung lebih banyak serat.

Lalu bagaimana dengan makanan yang berlabel MSG?

Subjek dalam studi ilmiah tersebut dihadapkan pada dua wadah MSG.

Satu wadah berlabel ‘MSG’ dan wadah lain berlabel ‘Umami’. Hasilnya, makanan di dalam wadah berlabel ‘Umami” dilaporkan memiliki rasa yang lebih lezat.

Sama halnya dengan subjek yang diberi makanan berlabel ‘rendah garam’, lalu diberi makanan yang sama persis namun diberi label ‘ditambahkan garam’.

Mereka menyatakan bahwa makanan dengan label ‘rendah garam’ memiliki cita rasa asin lebih rendah. Padahal makanan tersebut mempunyai kadar yang sama.

Pengertian kata ‘rasa’ dan ‘cita rasa’ kadang kerap dianggap sama oleh sebagian orang, namun secara ilmiah kedua kata tersebut sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

Rasa merupakan salah satu dari lima indera dasar manusia. Menurut Nicholas Ryba, Peneliti Utama di National Institute of Dental and Craniofacial Research, AS, dan anggota tim riset yang menemukan reseptor rasa umami pada lidah manusia, hal itu menunjukkan bahwa rasa terbentuk pada terdeteksi di lidah dan otak, dan kita tidak mempelajari rasa berdasarkan pengalaman.

Sedangkan cita rasa, menurut Kathrin Ohla, Pemimpin Grup di German Institute of Human Nutrition, jauh lebih rumit. Sebab, cita rasa melibatkan kelima indra, yakni penglihatan, suara, bau, sentuhan, dan tentunya rasa.

Ahli gizi dari IPB, Prof. Hardinsyah, MS, PhD mengatakan, pengetahuan terhadap kandungan makanan memang masih minim. Untuk MSG misalnya, banyak masyarakat yang mengatakan berbahaya. Padahal kata Hardinsyah, MSG dinyatakan aman hal ini tertera pada Permenkes No 72 Tahun 1988.

“MSG termasuk dalam bahan tambahan pangan yang digunakan untuk menambah atau mempertegas rasa dan aroma. Permenkes ini kemudian diperbaiki kembali ke dalam Kepmenkes No 33 Tahun 2012,” ujar dia.

Hardinsyah menjelaskan, glutamat memiliki sejumlah kegunaan. Di antaranya adalah sebagai pembentuk otot.

“Otot terdiri dari asam amino, sepertiga dari otot adalah asam amino. Asam amino ada dalam glutamat yang penting untuk membentuk protein. Kalau tidak ada protein tidak bisa membentuk otot,” katanya.

Manfaat lainnya glutamat adalah bisa mengaktivasi penyampaian pesan antar neuron atau saraf. Di dalam otak, terdapat jutaan neuron yang saling berhubungan. Glutamat berperan dalam mengaktivasi pesan antar neuron tersebut.

“Glutamat juga berfungsi untuk pembentukan sel imun limfosit dan butir darah merah,” tandas Hardinsyah. (chi/jpnn/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …