Belum Ada Inovasi dalam Tahapan Kampanye di Pilkada Kota Bekasi

Pelepasan burung merpati pada acara deklarasi kampanye damai di REVO Town, Bekasi Selatan, Minggu (18/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Pelepasan burung merpati pada acara deklarasi kampanye damai di REVO Town, Bekasi Selatan, Minggu (18/2/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KONSULTAN sekaligus praktisi politik, Jiwang Jiputro, menilai belum ada inovasi dalam tahapan kampanye pilkada. Menurutnya, kampanye cenderung biasa-biasa saja.

“Kampanye calon kepala daerah jauh dari kata dialogis sehingga kurang mendapat antusiasme publik,” ujarnya menanggapi pelaksanaan kampanye Pilkada Kota Bekasi, Kamis (26/4/2018).

Menurut dia, khususnya masyarakat kelas bawah belum mendapat dampak dari kampanye tersebut. Sebab, hanya tim sukses atau pemenangan yang sibuk mengumpulkan dalam suatu kegiatan.

Dia mengatakan, memang ada saatnya mendatangkan pasangan calon ketika kampanye. Namun, bagi masyarakat hal tersebut sesuatu yang biasa dan belum tentu pesan motivasi yang menggerakkan untuk memilih.

Hal yang menjadikan kampanye itu biasa dan tidak inovatif, yakni masih getolnya tim sukses memasang baliho atau spanduk guna memenangkan simpati masyarakat.

Padahal, jika hanya untuk berharap meraih simpati dan tidak ada pesan politik, dampaknya rendah partisipasi dalam pemilihan.

“Hal yang menyedihkan, dengan memanfaatkan media sosial, tim pemenangan tetap menggunakan kampanye hitam. Antara satu kandidat dengan kandidat lain saling menjatuhkan dan memprovokasi satu sama lain dengan memanfaatkan reaksi publik,” tuturnya.

Sejatinya, dia mengatakan, kampanye semacam itu bukanlah hal yang baru. Pada akhirnya, dia mengatakan tetap saja partisipasi masih rendah.

“Seharusnya kampanye dijadikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada publik sekaligus mengenalkan pendidikan politik dan pemerintahan,” kata dia.

Dalam kampanye, publik akan tahu bagaimana sosok calon kepala daerah yang akan mereka pilih. Pengetahuan tidak hanya menyangkut bagaimana pemikiran calon kepala daerah terkait dengan program dan kegiatan pemerintahan yang akan dilaksanakan.

Namun, pengetahuan juga bagaimana kemampuan calon meyakinkan pemilih. Kampanye juga bertujuan membangun komitmen bersama antara calon dan masyarakat untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat.

“Oleh sebab itu, dalam kampanye ada komitmen-komitmen yang terbangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kampanye tidak hanya membutuhkan kandidat yang punya gagasan cerdas terhadap persoalan di daerah, tetapi juga masyarakat akan memahami fungsi kepala daerah dalam kehidupan mereka,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …