Dana Kemitraan DKI untuk Kota Bekasi Dikucurkan Oktober

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PEMERINTAH Kota Bekasi mulai mendapat titik terang soal pemberian dana kemitraan dari Pemprov DKI Jakarta.

Bantuan senilai Rp500 miliar ini diproyeksikan bakal diterima Kota Bekasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI Jakarta pada Oktober mendatang.

Asisten Daerah III Kota Bekasi Dadang Hidayat mengatakan, pemberian dana kemitraan kali ini molor dibanding tahun sebelumnya.

Tahun 2017 lalu, Kota Bekasi mengantongi dana bantuan Rp 318 miliar dari DKI melalui APBD murni di pertengahan tahun.

“Tahun ini agak terlambat karena DKI harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan venue jelang Asian Games 2018 XVIII (ke-18) pada Agustus nanti,” kata Dadang, Rabu (25/4/2018).

Dadang mengaku, telah mendapat informasi dari DKI soal rencana pencairan dana kemitraan tersebut.

Namun, dia pesimis dana bakal maksimal digunakan untuk penataan infrastruktur di Kota Bekasi, mengingat waktunya sangat sempit dengan pergantian tahun baru.

“Bisa saja teknis penganggarannya tahun 2018, tapi penggunaannya di tahun 2019. Nanti 2019 kita juga dapat dana kemitraan lagi,” ujarnya.

Ada dua mekanisme dana kemitraan yang diterima Kota Bekasi yakni dinamis dan statis. Dana statis, kata dia, difokuskan untuk penataan infrastruktur seperti pembangunan jalan layang (flyover), betonisasi jalan, pembangunan polder air, sarana pendidikan dan sebagainya.

Sementara untuk dana statis, Kota Bekasi sudah dipastikan bakal menerima uangnya karena dialokasikan kepada warga yang tinggal di dekat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan perbaikan beberapa infrastruktur di wilayah setempat.

“Kalau itu uang kompensasi bau, sudah pasti warga mendapat bantuan tersebut,” katanya.

Menurut dia, alokasi uang kompensasi bau yang diterima Kota Bekasi mencapai Rp138 miliar. Dana itu dibagikan kepada 18.000 Kepala Keluarga (KK) dengan nilai bantuan sebesar Rp600.000 per tiga bulan atas kompensasinya bermukim di dekat TPST milik DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Arief Maulana menambahkan, dana statis yang akan diterima Kota Bekasi telah disiapkan untuk pembangunan lanjutan flyover Cipendawa dan flyover Narogong sebesar Rp200 miliar.

Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar Rp86 miliar untuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur jembatan di tahap pertama.

“Kita berharap DKI bisa memberikan dana kemitraan itu, supaya pengerjaan bisa diselesaikan secepatnya,” tandas Arief. (adv/hms/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …