Ini Penyebab Semburan Lumpur di Pelataran Warkop Depan PT. PAS

Tabah Septian (45), menunjukkan lokasi semburan lumpur di pelataran warkopnya, Sabtu (21/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Tabah Septian (45), menunjukkan lokasi semburan lumpur di pelataran warkopnya, Sabtu (21/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

SEMBURAN lumpur di sebuah warung kopi alias warkop depan PT. Prakarsa Alam Segar (PAS) atau pabrik yang memproduksi Mie Sedap terjawab sudah, Sabtu (21/4/2018).

Sebelumnya, banyak warganet yang buta akan kepastian peristiwa semburan lumpur berwarna cokelat kental tersebut.

Mereka bertanya setelah akun Facebook bernama Jassica Bintang Leo, memosting video semburan lumpur di berandanya pada, Jumat (20/4/2018) kemarin.

Tabah Septian (45) Warga RT 01/01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, mengatakan jika peristiwa itu terjadi pada, Selasa (17/4/2018) pukul 23.11 WIB.

“Waktu itu lagi banyak yang ngopi, soalnya kan orang pabrik (PT.PAS) baru pada keluar, eh tiba-tiba keluar lumpur,” kata Tabah, yang juga merupakan pemilik warkop, Sabtu (21/4/2018).

Ia menjelaskan, semburan lumpur itu menyebabkan pelataran warkopnya mengalami kerusakan. Sebab, semburan lumpur cukup kuat dari dalam tanah.

Tabah mengaku khawatir saat lumpur itu tiba-tiba menyembur. Begitupula para pengunjung warkopnya. Dari kejadian itu, tidak sedikit buruh pabrik yang mengabadikan semburan luapan melalui selularnya.

“Takut banget saya waktu itu, soalnya tanah yang sudah saya plester pakai semen sampai retak setengah meter, kirain saya itu gas tanah bocor,” tutur Tabah.

Tidak lama peristiwa itu berlangsung, seorang pekerja proyek mengahampiri warkop Tabah. Rupanya, itu bukan kejadian alam maupun luapan gas yang diduganya.

“Orang proyek bilang, jika ada tembakan atau bor yang melintas untuk pemasangan pipa kabel listrik. Itu dari PLN (Perusahaan Listrik Negara),” ujar Tabah.

Ini Penyebab Semburan Lumpur di Pelataran Warkop depan PT. PAS

Proyek galian di sepanjang Jalan Kaliabang Bungur, Medan Satria, Sabtu (21/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

“Sekitar 30 meni setalah orang proyek datang, lumpurnya sudah tidak menyembur lagi, alhamdulillah sampai sekarang,” sambungnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …