Di Kota Bekasi, 28 Toko Jamu Ditutup Paksa karena Miras

Petugas Reskrim Polres Metro Bekasi Kota sedang mengamankan barang bukti miras oplosan, Rabu (4/4/2018) malam. Foto: Mochamad Yacub Ardianysah/Gobekasi

Petugas Reskrim Polres Metro Bekasi Kota sedang mengamankan barang bukti miras oplosan, Rabu (4/4/2018) malam. Foto: Mochamad Yacub Ardianysah/Gobekasi

KEPOLISIAN Resor Metro Bekasi Kota mencatat sudah 28 toko jamu ditutup paksa karena menjual minuman keras atau miras oplosan. Lima orang penjual diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Albert Papilaya mengatakan, pihaknya akan terus merazia bersama dengan jajaran Polsek bagi penjual jamu yang juga menjual minuam keras, terutama yang oplosan.

“Sudah ada belasan ribu botol minuman keras berbagai merek, dan ratusan rilter minuman keras oplosan jenis gingseng yang disita dari hasil razia,” kata Albert, Kamis (19/4/2018).

Menurut dia, ada lima penjual miras oplosan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah adalah Nischa Romadhoni alias Doni, Ugi alias Udin, Rici Armansyah, Wildo Pradinata, dan Henratmoko.

Sedangkan, bagi penjual jamu yang menjual minuman keras biasa hanya dibina, diberi sanksi pidana ringan, dan tokonya ditutup.

Albert menambahkan, polisi sedang memburu beberapa orang yang memproduksi minuman keras oplosan gingseng.

“Hasil produksinya dititipkan ke penjual jamu dengan harga jual bervariasi mulai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” tambahnya.

Seperti di ketahui, miras kini menjadi ancaman serius bagi kinsumennya. Betapa tidak, saat ini sudah terdapat 91 orang tewas akibat miras oplosan pada waktu yang bersamaan pekan kemarin.

Korban tewas mayoritas akibat mengkonsumsi miras oplosan yang dijual bebas dengan harga relatif murah yakni, Rp10-20 ribu per pelastik. Korbannya adalah di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Di Jawa Barat, korban tewas akibat miras oplosan sebanyak 58 orang. Rinciannya yakni 41 orang di Cicalengka, 7 orang di Kota Bandung, 7 orang di Sukabumi, 2 orang di Cianjur, dan 1 orang di Ciamis.

Sementara di wilayah hukum Polda Metro Jaya, ada 33 korban meninggal. Rinciannya, 10 orang meninggal di Jakarta Timur, 8 orang meninggal di Jakarta Selatan, 6 orang meninggal di Depok, 7 orang meninggal di Bekasi Kota, dan 2 orang meninggal di Ciputat. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …