Pj Wali Kota Bekasi Minta Pelayanan Publik Diperkuat

Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah saat meninjau Kecamatan Jatisampurna, Selasa (17/4/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah saat meninjau Kecamatan Jatisampurna, Selasa (17/4/2018). Foto: Istimewa/Gobekasi

PENJABAT (Pj) Wali Kota Bekasi R.Ruddy Gandakusuma meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat memperkuat pelayanan publik.

Hal ini ia kemukakan dalam kunjungannya di Kecamatan Jatisampurna dan Pondok Melati, Selasa (17/4/2018), usai menyerap aspirasi masyarakat.

Menurutnya, permasalahan di akar rumput sedianya dapat diselesaikan secara bersama dengan cara merembug, baik tokoh masyarakat dan pejabat kelurahan dan kecamatan setempat.

“Semoga pekerjaan dan pelaksanaan yang telah kita laksanakan menjadi bertambahnya nilai tabungan kita untuk di hari akhir,” kata Ruddy.

Ia berpesan kepada seluruh pemangku jabatan agar selalu melaporkan progres pekerjaan pembangunan yang akan dilaksanakan agar tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan arah visi dan misi Pemerintah Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan.

Camat Jatisampurna, Abi Hurairah, menjelaskan kondisi geografi kecamatan yang berada diperbatasan Kota Bekasi menjadikan perkembangan perekonomian melaju dengan pesat.

Permasalahan yang dihadapi, tambahnya, banyak pemilik tanah dan bangunan bukanlah orang yang berdomisili di Kota Bekasi. Sehingga, pihak kecamatan sulit untuk memungut pendapatan melalui Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“Kalau masyarakat asli atau yang sudah ber KTP Kota Bekasi mereka sangat taat akan pajak, yang pemiliknya orang Jakarta itu yang jadi masalah,” jelas abi.

Ia juga menambahkan beberapa aset berupa tanah yang hingga kini belum selesai dialihkan antar pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ditempat berbeda, Camat Pondok Melati, Ika Indah Yarti, menuturkan geografi Kecamatan Pondok Melati dan kondisi masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi.

“Di dalam lingkungan kecamatan kita menanam pohon yang sudah langka dan hampir punah namanya pohon jamblang,” jelas Camat pondok Melati.

Pada struktur pelayanan, kata Indah, pihaknya telah menerapkan front office untuk semua pelayanan terhadap masyarakat berada pada satu pintu. Sehingga, masyarakat tidak perlu linglung, cukup di ruang pelayanan.

“Dalam meminimalisasi masalah sampah, kita telah menerapkan bank sampah yang sudah menghasilkan pupuk kompos dan kita salurkan ke masyarakat, ” jelas Indah. (adv/hms)



loading...

Feeds