Pengakuan Anak Punk yang Tikam Temannya dengan Tanduk Rusa

Kapolsek Komisaris Alin Kuncoro dan Kanit Reskrim AKP Jefri memegang barang bukti yang disita dari tangan pelaku, Senin (16/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Kapolsek Komisaris Alin Kuncoro dan Kanit Reskrim AKP Jefri memegang barang bukti yang disita dari tangan pelaku, Senin (16/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

SALAH seorang pelaku penggeroyokan hingga menyebabkan nyawa temannya melayang, AR, mengaku tidak sadar metika ia menikam temannya dengan kalung tanduk rusa yang tiap hari ia pakai.

“Enggak sadar. Saya ada pengaruh (obat). Kesal sama korban. Saya diadu domba katanya mau mukulin Aji. Padahal saya enggak pernah bilang begitu,” jelas AR asal Sumedang.

Ia mengaku tak mengajak teman lain yang lebih muda untuk ikut memukul korban W. Melainkan atas inisiatif masing-masing karena terdapat kekesalan juga terhadap korban.

Korban W terhitung termasuk baru di kelompok AR. Empat orang di kelompok AR berasal dari Sumedang dan 1 dari Cariu, Bogor. Sementara korban berasal dari Gunungputri, Bogor.

Di kelompoknya AR termasuk dituakan, karena dari segi usia AR paling tua dibandingkan anggota lain yang baru 14-16 tahun.

“Dia juga kalo mabok enggak sopan. Suka teriak-teriak,” katanya anak punk yang biasa beredar di Sukadami itu.

AR mengakui, sebelum menggeroyok korban ia mengonsumsi tramadol. Mereka beli secara patungan, tiap orang Rp5.000.

AR dan terancam Pasal 170 Ayat 2 dan 3 dengan ancam di atas 5 tahun penjara. Polisi masih mengejar D yang kini memburon.

Tiga tersangka lain masih di bawah umur, sehingga penindakannya sesuai ketentuan yang berlaku. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …