Bidan Menuntut Kesejahteraan

ULUHAN bidan se-Kabupaten Bekasi mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk menyampaikan aspirasi, di Dinas Kesehatan, Pemkab Bekasi, 16 Maret 2018.

Mereka menuntut soal waktu kerja tidak sesuai dengan honor. Pihak Dinkes akhirnya menerima perwakilan. Audiensi berlangsung selama 3 jam.

Alhasil, pihak dinas meminta perwakilan untuk mediasi pada pukul sekitar jam 10.00 Wib hingga pukul 13.00 wib mediasi masih berjalan.

“Saya disini nunggu keputusan saja dan nunggu teman yang didalem lagi mediasi, mengenai aspirasi yang mau di sampaikan,” ujar salah satu bidan.

Menurutnya, Transport Pendapatan Pegawai (TPP) selama ini dinilai kurang layak, dibandingkan dengan gaji seorang supir yang mencapai diatas 5 juta. Sedangkan dirinya dan beberapa bidan hanya 2 juta.

“Hari ini hanya perwakilan saja dari puskesmas Sekabupaten Bekasi yang datang ke Dinas Kesehatan, jika hari ini tidak selesai ketentuan yang diajukan, puskesmas akan tutup,” tegasnya.

Selain itu, setiap puskesmas tidak memiliki finger print (absen yang langsung tersistem di BKD) sehingga pengawasan dari pusat (pemda) tidak maksimal.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Sri Enny membantah adanya demo di Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

“Itu hanya menyampaikan aspirasi saja menyangkut Transport Pendapatan Pegawai (TPP), tapi saat saya jelaskan baru pada paham, karena ada tingkatannya, bukan Dinas yang menentukan, nanti aspirasi ini akan saya sampaikan ke Pusat,” ucap dia. (dam/gob)



loading...

Feeds

Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

PSK dan Waria Punya Hak yang Sama

PEKERJA Seks Komersial (PSK) dan kaum waria punya hak pilih sama dengan masyarakat umumnya. Demikian disampaikan Komisioner KPU Kota Bekasi …