Dugaan Korupsi Pemkot Bekasi Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri

Dugaan Korupsi Pemkot Bekasi Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri oleh Center for Budget Analysis (CBA) dan Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik), Senin (16/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Dugaan Korupsi Pemkot Bekasi Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri oleh Center for Budget Analysis (CBA) dan Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik), Senin (16/4/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

CENTER for Budget Analysis (CBA) bersama Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik) melaporkan dugaan korupsi Pemerintah Kota Bekasi ke Kejaksaan Negeri, Senin (16/4/2018).
Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, mengatakan jika pihaknya menemukan dua kasus dugaan korupsi oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Temuan Pertama adalah 3 Proyek di bawah tanggung jawab kelompok kerja Barang dan Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018.
Rinciannya yaitu, pembangunan Flyover Cipendawa melalui dana bantuan atau kemitraan DKI Jakarta. Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar  Rp721.772.000 dan konstruksi  sebesar Rp91.819.350.000 yang dimenangkan PT. Modern Widya dan Tehnical Graha Multi Modern.
Selain itu, kata Jajang, terdapat temuan berkaitan dengan pembangunan Flyover Rawa Panjang yang juga berasal dari dana bantuan DKI Jakarta, untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000 dan konstruksi  sebesar Rp78.051.670.000. Pemenangnya adalah PT. Intan Cipta Perdana.
Selanjutnya, temuan lanjutan pembangunan Jembatan Diatas Tol Caman dan Penataan Simpang Caman, untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp651.766.000. sedangkan untuk konstruksi  sebesar Rp 25.219.500.000, yang dimenangkan PT. Putra Nanggroe Aceh.
“Secara keseluruhan ketiga proyek di atas, untuk jasa konsultan dan konstruksi dari anggaran yang disiapkan sebesar Rp211.441.025.000. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp197.185.830.000,” beber Jajang.
Jajang menjelaskan, CBA menemukan kejanggalan dalam proses lelang 3 proyek di atas. Pertama adanya dugaan lelang tidak normal. Terindikasi dugaan pengaturan yang terlihat dari persyaratan kualifikasi guna memenangkan perusahaan tertentu.
Menurutnya, hal ini sama saja Pemerintah Kota Bekasi “mengunci”dalam persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang. Dan kuncian tersebut adalah peraturan yang dibuat “Bagi perusahaan yang tidak menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40-50 m selama kurun waktu 10 tahun terakhir, maka dinyatakan gugur”.
“Untuk Pemkot Bekasi sudah menetapkan pemenang 3 proyek di atas, dalam proses lelang sendiri CBA menemukan kejanggalan lain, dimana perusahaan yang menang nilai kontraknya sangat tidak wajar (terlalu mahal), sedangkan perusahaan dengan tawaran harga murah justru digugurkan,” jelas dia.
Misalnya, dalam proyek Pembangunan Flyover Cipendawa dimenangkan oleh PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern dengan tawaran sebesar Rp91.819.350.000.  Padahal ada tawaran yang lebih ekonomis senilai Rp83.076.401.000 dari PT. Multi Structure. Selisihnya cukup jauh sebesar Rp8,7 miliar.
“Bahkan untuk ketiga proyek di atas, CBA menghitung ada potensi kebocoran anggaran sebesar Rp30,2 miliar. Hal ini disebabkan nilai proyek yang disepakati Pemkot Bekasi dengan pemenang proyek amat mahal, dan
mengesampingkan tawaran yang lebih ekonomis,” tuturnya.
Temuan kedua, Proyek Jasa Konsultansi Perencanaan teknis yang dimenangkan oleh satu perusahaan yang sama yakni PT. Nusantara Citra Konsultan. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan).
Rincianny adalah Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Lanjutan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal Bekasi Tahun Anggaran 2017, dana yang dihabiskan sebesar Rp1.794.732.500.
Perencanaan DED Pembangunan Gedung Dinas Perhubungan Kota Bekasi Tahun Anggaran 2016, dana yang dihabiskan sebesar Rp227.000.000.
Perencanaan DED Pembangunan Gedung Teknis Bersama 8 Lantai Tahun Anggaran 2016, dana yang dihabiskan sebesar Rp650.000.000.
“PT. Nusantara Citra Konsultan selain menjalankan 3 proyek di atas, juga menjalankan 7 Proyek sejenis sejak tahun 2012 sampai 2017, berarti total ada 9 proyek jasa konsultansi perencanaan. Total anggaran yang dihabiskan secara keseluruhan sebesar Rp5.735.284.500,” ujar Jajang.
Adapun temuan CBA, Pekerjaan proyek perencanaan yang berbentuk dokumen perencanaan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada dugaan proyek tersebut tidak dikerjakan melainkan copy paste dokumen perencanaan.
“Selain itu selalu dimenangkannya PT. Nusantara Citra Konsultan dalam proses lelang sangat janggal, padahal terdapat perusahaan yang menawarkan harga lebih murah namun digugurkan oleh pihak Pemda Kota Bekasi,” tandasnya.
Penjabat Sementara (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah, hanya menjawab diplomatis ketika ditanyakan mengenai adanya dugaan korupsi di instansinya.
“Saya jelaskan, pertama itu baru dugaan saja, kedua itu adalah hak masyarakat untuk melaporkan dan mempunyai kewengan, ketiga adalah kewenangan kejamsaan untuk memprosesnya,” ujar Ruddy.
Menurut Ruddy, dirinya pribadi sebagai eksekutor akan tetap konsisten mendukung praduga tak bersalah. Dalam waktu dekat ia akan melaksanakan konsolidasi pada dinas-dinas terkait.
“Kewenangan semua ada di kejaksaan, sejauh ini yang kami lihat secara internal ke arah sana (korupsi). Namun, jika ada temuan saya sangat mendukung pihak berwajib memprosesnya, asalkan ada pelapor, saksi serta barang dan bukti,” pungkasnya. (kub/gob)


loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …