Panwaslu Kota Bekasi Minta KPU Coret Orang Meninggal yang Masuk DPS

Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti saat ditemui di  kantornya Jalan Mayor Hasibuan Nomor 4 RT 005/08, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (25/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti saat ditemui di kantornya Jalan Mayor Hasibuan Nomor 4 RT 005/08, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (25/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PANITIA Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bekasi meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi untuk melakukan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ada.

Pasalnya masih banyak orang meninggal, data ganda, pindah domisili, orang tak dikenal.

“Kami akan sampaikan di saat pleno KPU Kota Bekasi nanti akan kita utarakan, bahwa masukan Panwas tentang daftar pemilih yang meninggal harus sudah dicoret dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” tutur Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hasturi, Kamis (12/4/2018).

Novita mengatakan, dalam pleno PPS, pihaknya menginstruksikan pengawas (PPI) untuk uji petik mengenai masukan-masukan dari Panwaslu Kota Bekasi agar data yang salah tersebut tidak muncul lagi dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Hasil Perbaikan mendatang.

“Kami berikan masukan secara berjenjang, agar tidak akan muncul lagi di DPS-HP hasil perbaikan nanti, apaloagi sampai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tandasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang merasa memiliki syarat menjadi pemilih dapat melaporkan diri kepada KPU, PPK, atau PPS, sehingga mereka dapat menggunakan suaranya pada Pilkada nanti. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …