Belajar Racik dari Anak, Wanita Ini Jadi Pedagang Miras Oplosan

Pelaku M saat ditanya Wakapolres AKBP Luhfie, Rabu (11/4/2018). (Foto: Ist)

Pelaku M saat ditanya Wakapolres AKBP Luhfie, Rabu (11/4/2018). (Foto: Ist)

SEORANG ibu asal Cibitung nekat meracik minuman keras (miras) oplosan dan menjualnya kepasa remaja setempat karena untung yang ia anggap menggiurkan.

M adalah inisial wanita berusia sekira 40 tahunan itu. Ia belajar meracik miras oplosan dari anaknya yang bekerja di depot jamu.

Ia tak serta merta menjual miras secara gamblang, tetapi sembari berjualan jamu yang dijadikan usaha utamanya.

“Saya dagang jamu sudah 1 tahun. Sehari omzet bersih Rp100 ribu, modal Rp300 ribu,” kata wanita itu.

Dalam sehari, ia dapat memproduksi puluhan bungkus plastik miras oplosan. Harga jual Rp10 ribu dan Rp15, perbedaan hanya pada volume miras.

“Raciknya pakai air galon, 1 liter sirup, alkohol 60 persen, campuran minuman bersoda sama minuman energi,” jelasnya.

Pelaku terkena Pasal 137 Ayat 1 Undang-undang Pangan Nomor 18 Tahun 2013 juncto Pasal 204 Ayat 1 KUHP. (dam/gob)



loading...

Feeds