Rahmat Effendi-Tri Adhianto Paparkan Visi-Misi di Debat Publik

Foto kiri ke kanan (Calon WaliKota Nomor 2 Nur Supriyanto, menjawab pertanyaan dari Calon Walikota Nomor 1 Rahmat Effendi)

Foto kiri ke kanan (Calon WaliKota Nomor 2 Nur Supriyanto, menjawab pertanyaan dari Calon Walikota Nomor 1 Rahmat Effendi)

DEBAT publik pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wakil Kota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhoanto Tjahyono dan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady, berlangsung dinamis.

Rahmat Effendi-Tri Adhianto menjabarkan visi misinya dalam debat publik yang di fasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Gedung Al-Muhajirien, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.

“Visi kami adalah, Kota Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan,” kata Calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di hadapan para peserta dan pendengar radio dalam debat publik.

Sementara, ada 5 misi yang akan di gagasnya untuk memajukan Kota Bekasi selama lima tahun ke depan.

Baca selengkapnya seputar Debat Publik di #DebatPublikCalonWalikotaBekasi

Pertama adalah meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan yang baik.

Kedua, membangun, meningkatkan dan mengembangkan prasarana dan sarana kota yang maju dan memadai.

Ketiga, meningkatkan perekonomian berbasis potensi jasa kreatif dan perdagangan yang berdaya saing.

Keempat, meningkatkan dan mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat yang berpengetahuan, sehat, berakhlak mulia, kreatif dan inovatif.

Kelima atau terakhir, membangun, meningkatkan dan mengembangkan kehidupan kota yang aman dan cerdas, serta lingkungan hidup yang nyaman.

“5 sampai 10 tahun kedepan, kita harus cerdas membangun komitmen untuk berikan pemahaman tata kelola pemerintahan bukan warganya. Birokrasi harus cerdas secara emosional dan spiritual,” ujar Rahmat.

Menurutnya, membangun kreatifitas dapat dibangun dalam konteks peradaban dan inovasi. Kecerdasan birokrasi harus dimulai dari kepala daerah yang leadership.

“Jadi tidak menjadi baik jika pemimpinnya tidak baik, pemimpin harus berdiri diantara semua umat, apalagi Kota Bekasi adalah kota yang heterogen, maka pluralisme ini harus dijaga,” tandasnya dalam segemen satu debat publik.

Sebagai informasi, debat publik ini disiarkan langsung di tiga radio yaitu, Radio Dakta, Elagangga dan Gaya. Debat publik di moderatori oleh presenter Jak TV, Luluk Lukmiyati.

Terdapat sejumlah pertanyaan yang digagas oleh tiga panelis. Panelis itu adalah Nandang najmul yang merupakan rektor Universitas Islam “45” Bekasi, rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi dan Direktur Bekasi Institute, Abdul Somad. (kub/gob)



loading...

Feeds