Perluasan Sistem Ganjil Genap di Kota Bekasi Batal

Pantauan ruas tol kilometer 14 Jakarta-Cikampek di Kamis (21/09/2017). Foto: Aditya/GoBekasi

Pantauan ruas tol kilometer 14 Jakarta-Cikampek di Kamis (21/09/2017). Foto: Aditya/GoBekasi

PERLUASAN sistem ganjil genap di Kota Bekasi melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Timur pada ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta dibatalkan.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono, menilai, dari sejumlah gerbang di ruas tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, hanya di Bekasi Barat dan Bekasi Timur saja yang padat kendaraan.

Memang, BPTJ kata Bambang awalnya akan memperluas sistem ganjil genap. implementasi ini bakal diperluas di gerbang tol Pondokgede, Cikunir I dan Cikunir III.

“Rencana ini urung dibatalkan karena volume kendaraan yang masuk ke tol lewat tiga gerbang itu belum begitu padat,” ujar Bambang, Senin (9/4/2018).

Apalagi ketiganya menjadi gerbang alternatif pengendara yang tidak bisa masuk lewat Bekasi Barat dan Bekasi Timur, karena pelat kendaraannya tidak sesuai jadwal.

“Sudah dikaji secara objektif, bahwa tidak akan ada penerapan ganjil genap di tiga gerbang itu,” kata Bambang.

Menhub Budi Karya Sumadi mengeluarkan tiga paket kebijakan di ruas tol Japek melalui Permenhub Nomor 99 tahun 2018 dan Permenhub Nomor 18 tahun 2018.

Tiga paket kebijakan ini adalah aturan ganjil-genap pelat kendaraan bagi golongan I di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Lalu pembuatan jalur khusus angkutan bus di bahu jalan tol, dan pembatasan jam operasional kendaraan barang (dua arah) pada golongan III, IV dan V.

Ketiga paket kebijakan ini berlaku mulai Senin, 12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin-Jumat ‪dari pukul 06.00-09.00‬ WIB.

Sementara akhir pekan dan libur nasional ditiadakan.

Menurut dia, evaluasi yang dilakukan BPTJ atas penerapan tiga paket Menteri Perhubungan itu sudah sangat efektif.

Salah satunya, laju kendaraan yang melintas pada hari terakhir sibuk, Jumat (6/4/2018) ‪pukul 06.00 sampai pukul 09.00‬ WIB rata-rata kecepatannya dari 29 kilometer perjam kini sudah 100 kilometer per jam.

“Sudah sangat baik laju kendaraan menuju Jakarta,” ujarnya.

Bukan itu saja, kata Bambang, pengalihan kendaraan pribadi ke angkutan massal juga sudah meningkat 40 persen.

Setiap angkutan Trans Jabodetabek kini menjadi pilihan warga untuk bisa sampai ke Jakarta.

“Sekarang sudah sampai 40 penumpang di dalam satu bus,” jelasnya.

Saat ini kecepatan kendaraan di ruas tol Jakarta Cikampek 50 sampai 100 kilometer per jam.

Volume kendaraan Jakarta sejak pemberlakuan ganjil genap pada 12 Maret 2018 mencapai 8.385 kendaraan.

Dia menjelaskan, ada tiga pola yang pergerakan pengguna mobil golongan I menuju Jakarta lewat tol Jakarta-Cikampek.

Pertama berangkat lebih pagi untuk menghindari pemeriksaan petugas di gerbang tol.

Kedua, berpindah ke gerbang tol yang lain seperti Gerbang Tol Tambun, Cikunir I, Cikunir III, dan Pondokgede.

Pola terakhir, pengendara beralih ke bus Trans Jabodetabek Premium di dua titik pemberangkatan, yakni Kawasan Light Rail Transit (LRT) City di Bekasi Timur dan Mega Bekasi City di Bekasi Barat.

Untuk kendaraannya, mereka bisa memarkirkan di kedua gedung tersebut dengan tarif Rp5 ribu per kendaraan, tapi harus disertai karcis bus Trans Jabodetabek ke petugas parkir setempat. (kub/gob)



loading...

Feeds

Pengaruhi Hak Pilih Warga Kota Bekasi, Pak RT dan RW Terancam Sanksi Pidana

PSK dan Waria Punya Hak yang Sama

PEKERJA Seks Komersial (PSK) dan kaum waria punya hak pilih sama dengan masyarakat umumnya. Demikian disampaikan Komisioner KPU Kota Bekasi …