CBA Peringati Pemkot Bekasi Soal Lelang 3 Proyek Jembatan

Flyover Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, diresmikan langsung oleh Pemerintah Kota Bekasi, Senin (29/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Flyover Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, diresmikan langsung oleh Pemerintah Kota Bekasi, Senin (29/1/2018). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

CENTER for Budget Analysis (CB) memperingati Pemerintah Kota Bekasi agar lelang proyek tiga jembatan layang (flyover) di ulang.

Soalnya, CBA mendapati kekeliruan dalam proses lelang pengerjaan proyek jembatan layang yang dua diantara proek bersumber dari bantuan DKI Jakarta tahun 2017/2018 yaitu, proyek pembangunan Flyover Cipendawa sebesar Rp750.000.000, dan Pembangunan Flyover Rawa Panjang Rp750.000.000.

Sedangkan sumber pendanaan yang berasal dari APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2018 yaitu, proyek lanjutan Pembangunan Jembatan diatas Tol Caman dan penataan Simpang Caman sebesar Rp675.000.000.

Ketua CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut bahwa lelang itu dikerjakan oleh kelompok kerja barang dan Jasa pada bagian Fasilitas Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah kota Bekasi tahun anggaran 2018.

Uchok melanjutkan, ketiga proyek tersebut saat ini memang masih dala proses lelang dengan total anggaran sebesar Rp2.175.000.000.

“Tetapi dari pemantauan CBA, ada dugaan ketiga proyek lelang ini, lelangnya tidak normal atau diduga diatur dengan di buktikan ada indikasi dalam persyaratan kualifikasi untuk memenangkan perusahaan tertentu,” ungkap Uchok, Senin (9/4/2018).

Uchok berpendapat, jika Pemerintah Kota Bekasi sudah mengunci dalam persyaratan agar perusahaan tertentu memenangkan lelang.

Syarat atau kuncian dimaksud, beber Uchok, adalah persyaratan bagi setiap perusahaan yang mengikuti lelang 3 proyek jembatan tidak menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40-50 meter selama kurun waktu 10 tahun terakhir, maka dinyatakan Gugur.

“Jadi sudah jelas, persyaratan diatas merupakan sebuah kuncian untuk menenangkan perusahaan tertentu. Karena, jarang perusahaan punya pengalaman spesifik untuk pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40-50 meter selama kurun waktu 10 tahun terakhir,” tutur dia.

Artinya, kata Uchok, ada perusahaan yang ikut lelang dalam tiga proyek tersebut, sudah punya pengalaman spesefik seperti itu, dan sedang ikut dalam proses lelang tersebut.

Uchok menduga bahwa tiga proyek tersebut, sudah ada perusahaan pemenang lelangnya sebelum lelang diumumkan.

“Maka untuk itu, kami dari CBA meminta kepada Walikota Bekasi atau Sekretaris Daerah Kota Bekasi untuk segera membatalkan ketiga lelang tersebut, dan hapus persyaratan tersebut, dan melakukan lelang ulang. Serta kalau tidak ada pembatalan, kami CBA akan melaporkan ke KPK,” tegasnya.

Uchok juga meminta kepada DPRD DKI Jakarta untuk mengawasi bantuan keuangaan Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi, agar bantuan keuangaan dalam bentuk proyek-proyek segera dibatalkan karena diduga lelangnya sudah diatur. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …