Golput Picu Praktik Politik Uang

Ilustrasi politik uang. (Foto: Jawapos)

Ilustrasi politik uang. (Foto: Jawapos)

KONSULTAN Politik, Jiwang Jiputro menyatakan bahwa perilaku golput (golongan putih) dapat memicu terjadinya politik uang.

Hal ini ia utarakan menyikapi Pilkada serentak 2018 di Kota Bekasi dimana adanya Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota dan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Apalagi, partisipasi pemilih di Kota Bekasi pada Pemilu terakhir tidak mencapai 50 persen. Artinya, masih banyak warga yang memilih golput.

Dengan begitu, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi untuk terus mensosialisasikan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Karena banyak yang memilih golput, para calon kandidat pun bisa memanfaatkan praktik politik uang demi mendulang lebih banyak suara,” kata Jiwang, Sabtu (7/4/2018).

Jiwang menyebut bahwa aksi golput menyia-nyiakan hak pilih pribadi. Namun saat salah satu calon terpilih, mereka justru kecewa karena tidak sesuai dengan harapan.

“Pemimpinnya justru dipilih orang lain yang belum tentu memiliki pilihan yang sama,” tandasnya.

Selain Golput, hal lain yang memicu suara menjadi sia-sia adalah kesalahan saat mencoblos surat suara ketika pemilu berlangsung. (kub/gob)



loading...

Feeds