Syarat Pencoblosan: Hanya Pemilik E-KTP dan Suket yang Diakui

Ilustrasi Pilkada

Ilustrasi Pilkada

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, hanya mengakui pengguna Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan yang mempunyai surat keterangan (suket) pengganti e-KTP sebagai syarat pencoblosan 27 Juni 2018.

“Syarat mutlak adalah mempunyai e-KTP atau suket sebagai penggantinya untuk ikut partisipasi,” kata Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarheni, Kamis (5/4/2018).

Karena itu, Nurul tidak membedakan gender baik pria dan wanita maupun wanita-pria alias waria serta Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Intinya mereka tercatat sebagai warga Kota Bekasi dan mempunyai identitas diri,” tuturnya.

Masyarakat dapat diposisikan sebagai pemilih bagi yang sudah berusia diatas 17 tahun atau sudah menikah walaupun masih berusia 17 tahun, bukan anggota TNI atau Polri dan tidak terganggu jiwanya.

Karena itu, bagi masyarakat yang namanya tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka bisa membawa e-KTP atau suket pada pukul 12.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB sesuai dengan alamat KTP

Meski suket dapat digunakan, tetapi penggunaan suket secara kolektif untuk memilih di Pilkada 2018 tidak diperbolehkan. Suket hanya bisa digunakan oleh pemilih secara individu.

Hal ini berdasarkan, ketentuan baru untuk Pilkada 2018. Ketentuannya berbeda dengan aturan pada Pilkada 2014 dan Pilkada 2017 lalu.

Dalam dua pilkada sebelumnya diketahui, penggunaan suket secara kolektif masih diperbolehkan. Pada saat itu, suket kolektif juga dijadikan dasar bagi pemilih agar tidak dicoret (dikeluarkan) dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada.

Kondisi ini tentu berbeda dengan ketentuan baru dalam Pilkada 2018. Ia menjelaskan, sekarang terdapat ketentuan bahwa untuk menggunakan hak pilihnya, para pemilih diwajibkan membawa formulir C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara untuk pemilih) dan e-KTP.

Jika belum memiliki e-KTP tetapi sudah melakukan perekaman data, maka pemilih wajib membawa suket. Karenanya, untuk Pilkada 2018 suket hanya bisa digunakan secara individu atau per satu pemilih saja.

“Suket itu akan digunakan sebagai tanda bukti pemilih menggunakan hak pilihnya kalau belum punya e-KTP. Kalau suket secara kolektif, maka bagaimana caranya untuk bisa bisa digunakan per pemilih. Yang seperti itu nanti ada potensi permasalahan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …