Belum Ada Pengawasan Produk Makerel Terjangkit Cacing di Kabupaten Bekasi

Ilustrasi sarden kalengan. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi sarden kalengan. (Foto: Jawa Pos)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI merilis 27 merek makerel yang mengandung parasit cacing pada 28 Maret 2018.

Di Kabupaten Bekasi sendiri peredaran sarden kaleng tersebut tampaknya belum diawasi secara ketat.

Bupati Bekasi Neneng Yasin, mengatakan, pihaknya meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Bekasi untuk mengecek langsung ke pasar.

“Jangan sampai ada makerel yang isinya cacing di pasar. Kita antisipasi dengan operasi pasar,” imbuhnya, Kamis (5/4/2018).

Mengenai kapan pelaksanaan operasi pasar yang dimaksud, Neneng hanya menjawab segera.

Sementara itu Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian dan Evaluasi Disperindagpas Dony Sirait, mengatakan, pihaknya belum mengecek langsung pasar.

Tetapi, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha agar tak menjual merek makerel kaleng yang dikeluarkan BPOM.

“Nanti mau ada operasi dari BPOM dengan melibatkan Pemda. Kita ingin lihat sejauh mana imbauan itu ditaati,” jelas Doni.

Ia sendiri belum dapat memastikan kapan pihaknya menggelar operasi pasar untuk melihat peredaran itu secara langsung. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …