Ini Alasan Guntur Elmogas Balas Puisi ‘Ibu Indonesia’ Sukmawati

Kong Guntur Elmogas. (Foto: Istimewa)

Kong Guntur Elmogas. (Foto: Istimewa)

PENULIS puisi balasan kepada Sukmawati Soekarnoputri asal Bekasi, Guntur Elmogas, mengungkapkan alasan di balik puisi ‘Sajak Terpijak Bunda Sukma’ yang ia tulis pada 3 April 2018.

Ia mengaku gerah atas isi ‘Puisi Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati pada Indonesian Fashion Week 2018, 29 Maret 2018.

“Ya, kita gerah dengan adanya puisi seperti itu,” singkat pria yang akrab disapa Kong Guntur kepada gobekasi, Rabu (4/4/2018).

Sebagai umat Islam yang merasa dilecehkan atas puisi ‘Ibu Indonesia’, Guntur pun bereaksi dengan menulis puisi itu.

‘Sajak Terpijak Bunda Sukma’ ia tulis di kediamannya, di Selang Cau, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu menjelang subuh.

“Besok bakda Jumat kita itu mau bawain puisi-puisi itu. Ada puisi saya, Felix Siauw, Irene Radjiman di Islamic Center,” jelasnya.

Guntur aktif di dunia seni dan budaya Bekasi. Selain budayawan, ia juga dikenal sebagai penyair dan pembawa pantun.

Pada 21 Agustus 2013, Guntur menyabet rekor MURI dalam Pembacaan Pantun Terlama di Indonesia yakni 12 jam, 5 menit, 32 detik.

Ia juga dikenal sebagai pencetus puisi pantun (situs) Bekasi yang telah melahirkan sejumlah karya, di antaranya Antologi Puisi Bekasi bersama 17 Sastrawan Bekasi (2005), Pantun Betawi (2008) dan lainnya. (dam/gob)



loading...

Feeds