Wahai Kaum Hawa, Sudah Saatnya Kalian Berbisnis

Ketua Umum Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia (Alisa) 'Khadijah' ICMI, Ina Marlina. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

Ketua Umum Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia (Alisa) 'Khadijah' ICMI, Ina Marlina. Foto: Yurizka Aditya/Gobekasi

KETUA Umum Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia (Alisa) “Khadijah” ICMI, Ina Marlina, menyebut jika sudah saatnya kaum hawa atau perempuan berbisnis.

Ina menilai, saat ini perempuan menjadi target para pengusaha besar untuk menjadi tenaga pekerja ketimbang kaum adam atau laki-laki.

Perempuan menjadi target para pengusaha lantaran kinerjanya yang telaten. Contohnya saja kedisplinan, dan rapih dalam mengerjakan sesuatu hal.

Dengan begitu, kemiskinan di Indonesia semakin mengancam. Betapa tidak, laki-laki sebagai tulang punggung keluarga terancam tersingkirkan.

“Perempuan harus berbisnis agar tidak mengancam perekonomian kaum adam sebagai tulang punggung keluarga. Anggaplah itu sebagai usaha sampingan diluar mengurus rumah tangga,” kata Ina, Selasa (3/4/2018).

Ia menuturkan, perempuan dapat memulai usaha dengan membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya.

Disamping itu, dalam mengelola bisnis ada runtutan yang harus dijalani. Mulai dari perencanaan yang baik dan keterampilan organisasi.

“Memiliki rencana bisnis yang terperinci dan menyeluruh memang sangat penting demi mengembangkan bisnis yang sedang dirintis,” tutur Ina.

Ada beberapa panduan yang dapat dijalni bagi kaum hawa diantaranya, dapat mengatur diri sendiri, mencatat secara rinci setiap masalah seperti kesalahan saat transaksi.

Menurutnya, itu bisa mengetahui bagaimana kondisi finansial dan apa potensi serta tantangan yang akan dihadapi kedepan. Disamping itu, dapat memperbaiki kesalahan, mengukur kompetisi, tetap fokus, mengatasi peniru.

“Jadi jika berbisnis di barang-barang kreatif, kemungkinan besar bisnis tersebut bisa ditiru orang lain. Karenanya pembisnis harus cukup kuat untuk mempertahankannya. Salah satu rencana yang baik adalah mengikuti sistem ‘inovasi yang berkelanjutan’, karena dengan cara inilah peniru Anda tidak bisa mengejar inovasi yang Anda ciptakan,” papar dia.

Jadi menurutnya, kaum hawa tidak melulu menjadi tenaga buruh di perusahaan. Perempuan dapat membantu beban suami tanpa harus bergantung dengan perusahaan.

“Berkualitas itu menjadi nilai diri sendiri sehingga mempunyai faktor kepercayaan bagi orang lain, dan tentunya nilai ini bisa bermanfaat bagi umat serta memberikan sumbangih bagi bangsa dan negara. Itu baru bisa dikatakan sukses,” ujarnya.

Memang, kata Ina, mencari rezeki membantu suami adalah salah satu ibadah. Namun, bukan berarti harus bersusah payah di luar dapur. Soalnya, di rumah pun bisa menciptakan sesuatu sesuai perkembangan zaman.

“Sebagai seorang ibu, saya dituntut dan bertanggung jawab kepada anak saya untuk memberikan waktu lebih banyak bersama mereka. Sementara itu, sebagai karyawan tentu banyak menyita waktu. Saya memutuskan keluar dan menciptakan suatu usaha yang bisa dilakukan di dalam rumah,” tuntasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …