Rencana Sistem Masuk Jakarta Bayar Perlu Formulasi yang Tepat

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

SEKRETARIS Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi, menyebut jika rencana penerapan sistem berbayar bagi kendaraan luar daerah yang masuk ke DKI Jakarta perlu formulasi yang tepat.

Menurutnya, untuk mengidentifikasi kendaraan yang masuk ke Jakarta, termasuk kendaran asal Jakarta ini bukan perkara mudah.

“Formulasinya harus tepat dan tidak semudah penerapan ganjil-genap di ruas Tol Jakarta-Cikampek,” kata Deded, Selasa (3/4/2018).

Deded menjelaskan, antara pemerintah daerah satu dan lainnya harus bersama merumuskan masalah bagi hasil penerapan tarif jalan berbayar.

Sehingga, kata Deded, hasil pembagian keuntungan bisa digunakan untuk pembangunan wilayah masing-masing.

Dia mencontohkan, setiap tahun Kota Bekasi mendapat 30 persen dari pajak kendaraan yang disetor ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dari pengembalian hasil tersebut tentunya akan bermanfaat banyak bagi pembangunan Kota Bekasi.

Saat ini, kata Deded, setiap hari sedikitnya 6.000 kendaraan roda empat keluar dari Bekasi menuju Jakarta.

Jumlah ini didapat dari pendataan kendaraan keluar melalui tiga pintu tol yakni, gerbang tol Bekasi Timur I, Bekasi Barat I, dan Bekasi Barat II.

Namun, kata Deded, kendaraan masuk ke Jakarta bukan hanya berasal dari Bekasi saja.

Dari wilayah sekitar Jakarta lainnya sehingga, pemerintah harus menyiapkan teknologi yang bisa mengidentifikasi daerah tempat asal kendaraan tersebut.

“Memang harus ada alat canggih untuk mengidentifikasi asal kendaraan tersebut, karena kebijakan ini berlaku untuk kendaraan berplat nomor apa saja termasuk B,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …