Lahan Depo LRT Dikosongkan Akhir Juni

Proses pengukuran lahan di Jatimulya, Tambun Selatan, Selasa (3/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Proses pengukuran lahan di Jatimulya, Tambun Selatan, Selasa (3/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

PENGUKURAN lahan bakal Depo Light Rapid Transit (LRT) tahap kedua berlangsung, Selasa (3/4/2018) siang. Satgas LRT mengukur puluhan bidang bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Depo LRT, Jumardi, menjelaskan, pihaknya sudah mengukur sebanyak 120 bidang angunan dari sekira 12 hektare lahan.

“Kendalanya warga terkena provokasi jadi tidak mau diukur karena katanya persoalan tanah belum selesai atau harga belum ditetapkan,” ujarnya.

Lanjut Jumardi, di Indonesia tidak ada pengumuman nilai lahan terlebih dahulu. Untuk warga yang memiliki sertifikat, maka penggantian berdasarkan luas lahan dan bangunan.

Sementara yang tidak memiliki sertifikat, petugas hanya mengukur luas bangunan.

“Di Undang-Undang Nomor 2 tidak mengenal NJOP, tidak berdasarkan nilai di sekelilingnya, jadi nilainya bisa saja 10 kali NJOP,” jelasnya.

Sistem pembayaran untuk warga yakni melalui rekening. Akhir bulan Juni 2018 ditargetkan 12 hektare lahan sudah dikosongkan untuk memulai pembangunan.

Rasio lahan bersertifikat dan tidak, kata Jumardi, mencapai 60:40. Di antaranya 300 KK berada di tanah negara dan 200 KK di tanah milik. (dam/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …