Massa Minta Pembangunan Islamic Center Berlanjut

Massa GMBI saat berada di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (2/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

Massa GMBI saat berada di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (2/4/2018). (Foto: Andi Saddam/GoBekasi)

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Bekasi mengaku kali ini membawa aspirasi umat Islam Kabupaten Bekasi dalam unjuk rasa di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (2/4/2018).

Titik pertama pada unjuk rasa itu, yakni Kantor DPRD Kabupaten Bekasi. Mulai pukul 10.30 hingga azan Zuhur berkumandang mereka memadati gedung itu.

Sejumlah perwakilan dari GMBI diterima oleh Ketua Komisi 3 Kardin dan Wakil Komisi 3 Syamsul Falah. Kemudian massa beranjak ke Kantor Bupati Bekasi pada 13.00 WIB.

Sekretaris Distrik GMBI Kabupaten Bekasi Syamsudin menjelaskan, GMBI peduli dengan kondisi Kabupaten Bekasi, oleh karena itu pada aksinya kali ini mereka menggandeng santri.

“Bupati Bekasi sudah 2 periode. Sarana dan fasilitas tolong direalisasikan, jangan mangkrak Islamic Center,” katanya.

Menurutnya, kabupaten sebesar dan seluas Kabupaten Bekasi perlu memilikk Islamic Center sebagai rumah ulama berdakwah dan agar jamaah haji di Kabupaten Bekasi tidak harus menumpang di luar kota sebelum berangkat ibadah Haji.

“Hasil investigasi kami dengan bergerak langsung, itu (gedung Islamic Center yang terbengkalai) itu sarang LGBT, tempat maksiat, gudang hantu. Kita sangat prihatin gedung itu mangkrak,” ujarnya.

Lanjut Syamsudin, GMBI memprotes rencana Pemkab Bekasi membangun gedung 16 lantai karena oknum pejabat dianggap jarang menerima masyarakat dengan baik sementara PNS dinilai jarang masuk.

Massa sempat mendapat semprotan water cannon petugas kepolisian yang berjaga sebanyak 2 kali. Unjuk rasa di Kantor Bupati Bekasi berlangsung cukup alot.

“Andai hari ini diabaikan, kita akan bergerak lebih dahsyat. Kita terus berjuang,” katanya. (dam/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …