Konsorsium Swasta 3 Kontraktor Bubar, Pembangunan Aeromovel di Kota Bekasi Gagal

Ilustrasi aeromovel. (Foto: Ist)

Ilustrasi aeromovel. (Foto: Ist)

KONSORSIUM swasta dari tiga kontraktor di Kota Bekasi dikabarkan bubar. Rencana pembangunan aeromovel (kereta angin) di Kota Bekasi dipastikan gagal.

Para kontraktor itu bubar lantaran nilai investasi pembangunan transportasi massal ini sangat tinggi mencapai Rp2 triliun.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, belum mendapat kejelasan dari tiga konsorsium swasta yang ingin membangun aeromovel tersebut.

Bahkan rencana pembangunan itu telah menguap selama dua tahun, tanpa kepastian.

“Aeromovel masih dalam tahap mencari pihak ketiga yang berminat membangunnya,” kata Johan, Selasa (27/3/2018).

Pemerintah Kota Bekasi awalnya optimistis proyek yang dibangun melalui konsorsium tiga kontraktor, yakni PT PPP Indonesia, PT Cakar Bumi Intergritas, dan PT Intiadi Dwi Mitra Sejati ini bakal dibangun sesuai jadwal.

Rutenya dari daerah Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, sampai Harapan Indah Bekasi, Kecamatan Medansatria, dengan jarak 12 kilometer.

Lintasannya dibuat melayang di atas dengan ketinggian lima meter dengan jarak masing-masing tiang pancang sejauh 25 meter.

Keberadaan transportasi ini diklaim bisa memangkas waktu perjalanan dari Kemang Pratama-Harapan Indah atau arah sebaliknya dari 45 menit menjadi 30 menit.

Kereta yang mampu mengangkut 300 penumpang ini dibiayai oleh investor swasta, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

Keseriusan pemerintah terhadap transportasi ini kemudian dituang dalam Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak yang bersangkutan pada 25 Maret 2015 .

Moda transportasi massal ini sebagai proyek kedua setelah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada tahun 1988.

Namun pembangunan Aeromovel saat ini akan lebih modern seperti yang sudah ada di Brazil.

Sistem kendali Aeromovel yang ada di TMII masih menggunakan magnet, sedangkan yang angkutan ini kontrolnya sudah menggunakan radio frequency identification (RFID). Sehingga, dikendalikan dari jarak jauh oleh petugas tanpa ada masinis yang mengemudikannya. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …