Duh, Pengusaha Kuliner Banyak Tidak Jujur

NIKMATI HIDANGAN:  Para pengunjung terlihat sedang menikmati hidangan Restaurant Double U Steak Galaxy yang berada di Jalan Wijaya Kusuma, Jakasetia, Bekasi Selatan.OKE/RADAR BEKASI

NIKMATI HIDANGAN: Para pengunjung terlihat sedang menikmati hidangan Restaurant Double U Steak Galaxy yang berada di Jalan Wijaya Kusuma, Jakasetia, Bekasi Selatan.OKE/RADAR BEKASI

BISNIS kuliner di Kota Bekasi masih menggiurkan, mengingat masyarakat di wilayah pengangga ibu kota ini banyak yang suka jajan atau makan di luar rumah.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji, mengatakan kondisi ini menjadikan potensi pajak restoran di wilayahnya yang sangat besar.

“Pajak restoran menjadi salah satu penyumbang pendapatan yang besar di Kota Bekasi. Walau tidak menjadi kantong terbesar, pajak retoran memberikan hasil yang signifikan,” kata Roy sapaan akrabnya, Kamis (22/3/2018).

Meskipun saat ini ada sekitar 1.500 wajib pajak yang menjadi pendapatan terbesar di Kota Bekasi, lanjut dia, sayangnya masih banyak restoran tak jujur.

“Pengusaha restoran banyak yang menghindari pajak yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Misalnya saja, sebuah warung makan biasa enggak dikategorikan restoran dengan omzet kecil. Padahal, jika dilihat dari omzetnya, sudah memenuhi persyaratan untuk diminta pajak.

“Kategori wajib pajak untuk restoran itu jika omzetnya perbulan sudah mencapai Rp3 juta,” ungkapnya.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Karya Sukmajaya, mengaku kalau pajak restoran memang belum tergali secara maksimal.

Soalnya, masih banyak wajib pajak yang belum terdata. Padahal, pajak restoran merupakan salah satu sektor potensial sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karya pun menduga masih banyak pengusaha restoran yang tidak memberikan laporan keuangan yang sesuai dengan kenyataan.

“Alhasil, tahun ini kami terus melakukan pendataan lebih akurat dengan verifikasi ke setiap rumah makan yang ada di Kota Bekasi. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan tim internal Bapenda, kian banyak restoran dan kafe baru menjadi sasaran wajib pajak,” paparnya.

Dari wajib pajak yang tercatat, lanjut dia, pemerintah menargetkan pendapatan dari pajak restoran sebesar Rp227 miliar itu dari tahun 2017 lalu.

“Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp198 miliar,” tandasnya. (adv/kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …