Belasan Ormas Keroyok 2 Anggota TNI di Jatiasih Gara-Gara Buah Durian

ilustrasi dikeroyok

ilustrasi dikeroyok

SEKELOMPOK anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) nekat mengeroyok dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif di Jalan Jatikramat depan Giant, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Jatiasih, Rabu (21/3/2018) kemarin malam.

Pengeroyokan oleh Ormas kepada dua TNI terjadi karena anggota TNI tidak mau menyerahkan buah durian yang dijualnya di lokasi kejadian.

Anggota Ormas yang berjumlah sekitar 15 orang itu pun naik pitam, ia langsung mendorong korban atas nama Ade Septiyanto.

Aksi saling memaki dan memukul pun tak terhindarkan. Ade Septiyanto lebih terposok ketika itu. Sehingga, rekanannya yang juga anggota TNI, Hendrik Kereh, datang untuk membantu Ade.

Namun, jumlah ormas yang lebih banyak tidak membuat nyalinya ciut, malah semkin menjadi. Dua aparat ini pun menjadi bulan-bulanan anggota Ormas.

“Satu orang pelaku atas nama Aldi Pratama (20) sudah ditangkap. Anggota masih mencari pelaku lainnya,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, Kamis (22/3/2018).

Erna menjelaskan, sekelompok Ormas itu mulanya meminta buah Durian yang tengah dijual oleh korban.

“Kemudian tersangka Aldi Pratama Cs ini meminta 9 buah durian secara paksa dan kasar dari korban,” tuturnya.

Korban kemudian meminta agar pelaku tidak terlalu banyak mengambil durian.

“Saya kan jualan durian pakai modal uang, nanti saya bisa rugi,” kata Erna menirukan korban.

Namun, para pelaku merasa tersinggung hingga kemudian mendorong korban dan terjadi pemukulan hingga kawan korban bernama Hendrik Kereh datang dan membantu korban.

Salah stau pelaku, Adli berhasil ditangkap pada Kamis (22/3/2018) dini hari tadi. Sementara polisi masih mengejar pelaku lainnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Belum Capai Terget, Pendaftaran Agen Sosialisasi Pilgub Jabar Diperpanjang

Hasil Survei Bukan Syarat Kemenangan

TIM Pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Waras …